Berita Belitung

Jadi Konflik antara Nelayan yang Beroperasi di Perairan Belitung, 11 Unit Bubu Gamat Diamankan

Bubu Gamat yang semula sempat diamankan sebanyak 11 unit sudah menjadi konflik dengan nelayan bubu ikan dan bubu jaring ikan

Jadi Konflik antara Nelayan yang Beroperasi di Perairan Belitung, 11 Unit Bubu Gamat Diamankan
Pos Belitung/Disa Aryandi
Kabid Perikanan Tangkap Ade Winarko didampingi Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung Firdaus Idamsyah, Rabu (27/2) saat menunjukan alat tangkap Bubu Gamat di kantor Dinas Perikanan Kabupaten Belitung. 

POSBELITUNG.CO - Kepala Bidang Perikanan Tangkap Ade Winarko didampingi Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung Firdaus Idamsyah mengatakan, Bubu Gamat (teripang) yang semula sempat diamankan oleh mereka sebanyak 11 unit lantaran sudah menjadi konflik dengan nelayan bubu ikan dan bubu jaring ikan.

Bubu gamat ini memiliki ukuran tinggi sekitar 70 senti meter (cm) dan lebar sekitar lima meter serta dibagian dua ujung alat ini terdapat pemberat. Alat ini berada didasar laut dan menggaruk berbagai biota laut saat dilakukan penarikan.

"Yang menjadi konflik kemarin dengan nelayan bubu dan jaring, karena apabila lewat tempat pemasangan bubu ikan dan jaring, pasti bubu ikan dan jaring nelayan habis terkena tarik. Yang jelas alat tangkap ini, menjadi salah satu yang dilarang untuk dipergunakan," kata Ade kepada posbelitung.co, Rabu (27/2/2019).

Pengaduan tentang Bubu Gamat ini, kata Ade, memang sudah berlarut-larut sejak beberapa tahun belakangan. Pemerintah sudah melakukan sosialisasi, dan memberikan himbauan kepada pemilik alat tangkap teripang itu. Namun sosialisasi dan himbauan yang sudah berulang kali itu, seakan tidak diindahkan.

"Makanya kami kemarin amankan dulu alat tangkap mereka, dan dan tentu kedepan akan kami tindak. Ini baru satu lokasi, dan masih ada satu lokasi lagi. Ini memang menjadi konsen kami, karena selama ini kami sudah melakukan berbagai pendekatan, tapi informasi nya. Alhamdulillah kami sudah mulai berkurang," bebernya.

Dikatakannya apabila alat tangkap bubu gamat ini tetap beroperasi tentu akan menjadi tugas Dinas Perikanan untuk melakukan pembinaan. Namun untuk pihak kepolisian, sudah memberi peringatan akan melakukan penindakan kepada nelayan yang masih menggunakan alat bubu gamat.

"Sejauh ini indikasi alat tangkap yang dilarang lainnya, belum ada. Hanya kemarin ada isu trol mini aktif lagi di Teluk Berang, tapi setelah kami lakukan pengecekan sudah tidak ada," pungkasnya. 

(Pos Belitung/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved