Berita Belitung

Rusak Terumbu Karang, Dinas Perikanan Kabupaten Belitung Larang Nelayan Gunakan Bubu Gamat

Bubu Gamat tersebut dilarang, lantaran sistem bekerjanya ditarik menggunakan kapal boat.

Rusak Terumbu Karang, Dinas Perikanan Kabupaten Belitung Larang Nelayan Gunakan Bubu Gamat
Pos Belitung/Disa Aryandi
Kabid Perikanan Tangkap Ade Winarko didampingi Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung Firdaus Idamsyah, Rabu (27/2) saat menunjukan alat tangkap Bubu Gamat di kantor Dinas Perikanan Kabupaten Belitung. 

POSBELITUNG.CO  - Salah satu alat tangkap perikanan bernama Bubu Gamat, Rabu (27/2/2019) masih menjadi perhatian Dinas Perikanan Kabupaten Belitung. Lantaran diduga, alat tangkap yang dilarang tersebut masih digunakan oleh sejumlah nelayan. Diduga nelayan yang masih menggunakan alat tangkap itu, diperairan Tanjung Rusa, Kecamatan Membalong.

Bubu Gamat tersebut dilarang, lantaran sistem bekerja untuk mengambil gamat seperti alat tangkap sondong dorong. Namun perbedaannya, sondong dorong bekerja didorong menggunakan tenaga manusia, sedangkan Bubu Gamat ditarik menggunakan kapal boat.

Alat tangkap jenis ini, hanya difungsikan untuk menangkap gamat (teripang) yang ada di dasar laut. Alat tangkap yang sudah ada turun temurun itu, merupakan modifikasi dari berbagai alat tangkap lainnya dan biasa berada di dasar laut dengan kedalam sekitar 10 meter.

"Itu sudah sempat kami temukan, dan ini kami sedang berupaya untuk kembali mengontrol alat tangkap itu, supaya tidak lagi beroperasi. Karena ini sudah menjadi keluhan masyarakat nelayan di Tanjung Rusa," kata Kabid Perikanan Tangkap Ade Winarko didampingi Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung Firdaus Idamsyah kepada Posbelitung.co, Rabu (27/2/2019).

Semula alat tangkap yang dikategorikan bisa merusak ekosistem dan terumbu karang itu, sudah pernah diamankan oleh Dinas Perikanan bersama Satpol Air Polres Belitung pada bulan Oktober 2018 lalu. Terdapat 11 unit bubu gamat itu, hingga kemarin masih diamankan di samping kantor Dinas Perikanan Kabupaten Belitung.

Untuk di Tanjung Rusa, diduga terdapat dua lokasi pelabuhan yang semula sempat mengoperasikan alat tangkap ini secara terus menerus. Namun alat tangkap yang di amankan tersebut, ditemukan dari salah satu Pelabuhan di Desa Tanjung Rusa.

"Yang pelabuhan satu ini belum kami sentuh, karena kemarin waktu kami amankan alat tangkap ini, kendaraan kami tidak muat lagi, jadi baru dari satu pelabuhan saja. Tapi nanti kami akan lakukan pengecekan kembali," ucapnya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved