Kasus Penyebaran Bahan Kampanye di Lingkungan Sekolah Masuk Tahap Satu

Untuk tersangka ini dua orang insial MN dan MS, salah satunya calon legeslatif dan satunya penyebar dari

Kasus Penyebaran Bahan Kampanye di Lingkungan Sekolah Masuk Tahap Satu
Posbelitung/Dede S
Kasatreskrim Polres Belitung AKP Bagus Krisna Ekaputra menyerahkan berkas penyidikan kepada jaksa Abram Nami Putra selaku perwakilan dari Kejari Belitung 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kasus dugaan tindak pidana pemilu penyebaran bahan kampanye di lingkungan sekolah yang diproses Sentra Gakkumdu Kabupaten Belitung akhirnya masuk tahap satu.

Kasatreskrim Polres Belitung AKP Bagus Krisna Ekaputra menyerahkan berkas penyidikan kepada jaksa Abram Nami Putra selaku perwakilan dari Kejari Belitung disaksikan Ketua Bawaslu Belitung Heikal Fackar, Rabu (6/3/2019).

‎Dalam berkas penyidikan, pasal yang disangkakan yaitu Pasal 521 Jo Pasa 280 Ayat (1) huruf h dan huruf j Jo Pasal 523 ayat (1) Jo Pasal 280 ayat (1) huruf j Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemil Jo Pasal 55 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal dua tahun penjara dan maksimal denda Rp 24 juta.

"‎Untuk tersangka ini dua orang insial MN dan MS, salah satunya calon legeslatif dan satunya penyebar dari selebaran selebaran tersebut.

Pelaku saat ini tidak ditahan mengingat ancaman pidananya cuman dua tahun, tapi sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah dilakukan tahap satu," ujar Bagus kepada posbelitung.co.

Ia mengatakan proses hukum tetap berlanjut dan saat ini pihaknya menunggu petunjuk dari jaksa terkait kelengkapan berkas penyidikan yang telah diserahkan.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Belitung Heikal Fackar menjelaskan kronologi kejadian bermula pada Senin (28/1/2019) sekitar pukul 13.00-15.00 WIB ditemukan penyebaran selebaran yang mengandung unsur kampanye di lingkungan sekolah yaitu SD dan SMP yang terletak di Kecamatan Selat Nasik, Kabupaten Belitung.

Penyebaran dilakukan oleh terduga pelaku MN dan diduga diperintahkan oleh MS yang merupakan caleg DPRD Provinsi Kepulauan Babel dapil IV.

"Atas temuan tersebut, Panwascam melaporkan kepada kami. Karena proses tindak pidana pemilu merupakan ranah kabupaten," katanya.

Kemudian, setelah dilakukan proses penyelidikan dan konsultasi akhirnya pada pembahasan kedua Sentra Gakkumdu sepakat kasus dugaan tindak pidana pemilu tersebut ‎ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Jajaran penyidik Polres Belitung telah melakukan proses sidik terhadap dua tersangka selama 14 hari kerja dan langsung dilimpahkan kepada Kejari Belitung.

"Nanti jaksa diberikan waktu tiga hari untuk mengecek kelengkapan berkas penyidikan tersebut. Kalau pun nanti belum lengkap akan diberikan tambahan waktu dua hari sampai berkas dinyatakan lengkap atau P21," kata Heikal.

Ia menambahkan pada tahap persidangan, Pengadilan Negeri Tanjungpandan memiliki waktu tujuh hari untuk memutuskan kasus tersebut.

Kemudian, jika tersangka dalam hal ini merasa tidak puas dengan keputusan pengadilan tingkat satu maka akan diberikan kesempatan banding ke pengadilan tingkat dua.

"Keputusan pengadilan tingkat dua itu sudah inkrah. Artinya hanya memiliki satu kali kesempatan banding," ‎ungkapnya.(*)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: tidakada016
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved