Info Kesehatan

Diet Puasa, Manfaat dan Efek Negatifnya

Segala jenis puasa intermiten akan memengaruhi cara tubuh bekerja. Itu sebabnya puasa sering digunakan sebagai teknik penurunan berat badan

Diet Puasa, Manfaat dan Efek Negatifnya
bopav
Ilustrasi 

Namun, Fung mengatakan banyak atlet menggunakan pola diet puasa ini untuk meningkatkan kinerja jangka panjang.

"Olahraga dalam keadaan berpuasa memungkinkan kita untuk berlatih lebih keras dan pulih lebih cepat," ucapnya.

Ini terjadi karena perubahan hormonal puasa secara fisiologis. Selama puasa, hormon noradrenalin (neurotransmitter yang terlibat dalam respons "fight or flight" dan tingkat simpatetik (di mana saraf otot dipertahankan terutama oleh impuls dari sistem saraf simpatik) meningkat.

Inilah yang memungkinkan lebih banyak energi dan kemampuan untuk berlatih lebih keras. Apalagi, jumlah hormon pertumbuhan manusia meningkat sehingga pemulihan lebih cepat.

"Orang yang berolahraga secara teratur seperti pelari membutuhkan karbohidrat untuk bahan bakar, karena karbohidrat paling mudah dimetabolisme menjadi energi oleh tubuh," kata Allen.

Menurutnya, tubuh atlet membutuhkan bahan bakar reguler untuk melakukan yang terbaik.

"Kontrol gula darah, kesehatan mental (otak membutuhkan glukosa), dan tingkat energi semuanya dapat dipengaruhi secara negatif dengan puasa intermiten,” ucapnya.

Oleh karena itu, sebelum melakukan puasa intermitten alangkah baiknya kita berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli gizi atau orang yang profesional.

Diet terbaik yang bermanfaat untuk kita adalah pola diet yang benar-benar memberi manfaat untuk tubuh kita.

Jadi, jika melakukan puasa intermitten hanya membuat kita lemas dan mempengaruhi kinerja, sebaiknya kita tak melakukannya. (*)

Artikel Ini telah tayang di lifestyle.kompas.com sebelumnya dengan judul : Wajib Tahu, Manfaat dan Efek Negatif Diet Puasa

Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved