Bangsa Jepang Terobsesi dengan Ketepatan Waktu, Ini Alasannya

Bulan lalu, Jepang diguncang skandal. Bukan skandal korupsi atau sejenisnya tetapi seorang menteri yang terlambat datang ke parlemen

Bangsa Jepang Terobsesi dengan Ketepatan Waktu, Ini Alasannya
Shutterstock
Jaringan kereta api di Jepang adalah salah satu organisasi yang paling menghargai ketepatan waktu. 

"Orangtua saya selalu mengatakan pentingnya untuk tidak terlambat, memikirkan ketidaknyamanan orang lain jika saya terlambat, dan pemikiran itu sudah tertanam di benak saya," kata Issei Izawa (19), seorang mahasiswa.

Kanako Hosomura (35), seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Saitama, mengatakan bahwa dia amat benci keterlambatan meski hanya semenit.

 "Saya memilih datang lebih cepat jika telah memiliki janji.

Sebab lebih baik saya yang menunggu daripada membuat orang lain yang menunggu saya," kata Kanako.

Perempuan itu menegaskan, dia tidak akan berteman dengan seseorang yang tidak bisa menepati waktu dan membuat orang lain tidak nyaman.

Namun, bagi sebagian orang budaya yang menekankan pada ketepatan waktu ini bisa amat menekan.

"Pacar saya bekerja di pusat informasi JR Railways.

Pekan lalu, dia kembali bekerja dari istirahat dan atasannya mengatakan dia 10 detik terlambat," ujar seorang pria yang tidak mau disebutkan namanya.

Pria itu menambahkan, kekasihnya itu bahkan mendapatkan peringatan atas keterlambatan 10 detik itu.

Ini terlalu ekstrem," kata dia. Obsesi Jepang atas ketepatan waktu kerap dianggap mereka yang berkunjung ke Jepang sebagai kebiasaan terbaik negeri itu.

Halaman
1234
Tags
Jepang
Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved