Ini Beda Koil Motor Injeksi dan Karburator, Awas Jangan Salah Pasang Ya!

Maraknya motor injeksi yang beredar sekarang, memicu produsen part racing ikut mengembangkan koil racing.

Ini Beda Koil Motor Injeksi dan Karburator, Awas Jangan Salah Pasang Ya!
Motor Plus
koil 

Misalnya, dari output yang keluar sekitar 200 volt, maka oleh koil ilipatgandakan jadi 20.000 volt.

//

"Sedikit berbeda dengan koil tipe injeksi. Selain dari koil, proses untuk membuat percikan api lebih besar juga tergantung dari voltase aki.

Hal ini juga dikontrol oleh ECU (Electronic Control Unit).

Jadi, ECU hanya memberikan signal ke koil kapan harus meletik atau tidak berdasar input yang diterima dari  sensor.

koil
endro
koil

Jadi, besarnya api bukan tergantung dari CDI seperti di motor karbu,” tambah Freddy.

Begitunya menurut Endro Sutarno, biasanya tegangan puncak yang dikeluarkan koil tipe CDI lebih kecil ketimbang koil injeksi.

“Memang, di koil tipe motor injeksi tegangan puncak primer koil lebih  besar,” sebut pria yang menjabat Technical Service Development PT Astra Honda Motor (AHM).

Perbedaan dari tampak luar juga bisa dicirikan, terutama dari munculnya soket yang hadir di bagian belakang koil.

“Untuk motor injeksi, memiliki dua soket. Tetapi, di koil motor CDI atau karbu, hanya satu saja,” beber Jessy Liga Siswanto, owner Kawahara Racing yang juga produksi koil untuk pacuan injeksi dan karburator.

Senada dengan Jessy, Endro juga mengatakan kalau koil injeksi memiliki soket untuk arus positif dan negatif.

“Nantinya, soket negatif ini akan terhubung ke ECM atau ECU. Dan berfungsi untuk mengatur kapan api harus memercik dan tidak,” tambah Endro yang ramah.

Begitu lho...

Sumber berita

Editor: fitriadi
Sumber: Motor Plus
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved