Berita Belitung Timur
Hanya Dalam Sepekan, Empat Warga Beltim Diserang Buaya
Dalam sepekan ada empat kasus warga diserang buaya di Kabupaten Belitung Timur
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Dalam sepekan ada empat kasus warga diserang buaya di Kabupaten Belitung Timur.
Hal tersebut disampaikan Ketua Koordinator Tagana Belitung Timur Mahroni Hidayat (Dayat) saat di hubungi posbelitung, Rabu (20/3/2019).
"Terdata, Samsiah menjadi korban ke empat, selama satu minggu ini," ujar dayat kepada Posbelitung.
Menurut informasi yang dihimpun posbelitung dari koordinator Tagana kejadian pertama pada Rabu (13/3) lalu bertempat di Dusun Tanjung Batu Air, Desa Tanjung Batu Itam, Kecamatan Simpang Pesak,
warga yang bernama Heri Sugianto (34) diserang buaya saat sedang memukat ikan. Akibatnya Heri mengalami luka gigitan dipunggungnya.
Kejadian kedua (16/3) warga Desa Selinsing, Kecamatan Gantung, Irwan (40) diserang buaya di hulu Pice, Sungai Lenggang, saat sedang mencari timah, Irwan mengalami luka gigitan di bagian paha.
Kejadian kejadian ketiga pada Minggu (17/3) lalu, warga Desa Selinsing, Kecamatan Gantung, Ambo (25) diserang buaya saat berada di bekas pelabuhan Batu Besi Aliran sungai lenggang saat memperbaiki kapal.
Ambo mengalami luka akibat kibasan ekor buaya dibagian tangan dan kening.
Kejadian ke empat pada Selasa (19/3) Samsiah Warga Dusun Langkang, Desa Lintang, Kecamatan Simpang Rengiang.
Diserang buaya saat sedang memancing di sungai lenggar, akibat serangan Samsia mengalami luka pada bagian pinggul belakang.
Himbauan Tagana
Koordinator Tagana Kecamatanan Gantung Samim mengimbau kepada warga pesisir sungai untuk lebih waspada dan memperhatikan anak-anaknya yang berenang di sungai.
Jangan sampai kejadian di serang buaya terulang lagi.
"Untuk masalah pengawasan didaerah situ kami rasa masih kurang, untuk kepada masyarakat juga tetap harus waspada, terutama saat anak-anak mereka berenang ke sungai," ujar Samim usai mendampingi Plt Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Belitung Timur, Ida Lismawati memberikan tali asih kepada korban serangan buaya, Rabu (20/3/2019).
Menurut Samim untuk rumah warga pesisir sungai Gantung, yang juga rumahnya agak menjorok kesungai sering terlihat buaya.
"Rumahnyakan ada separuh didarat separuh di sungai, nah rumah yang separuhnya disungai ini, dibawahnya kami juga pernah melihat ada buaya disitu," ujar Samim
Menurut Samim buaya -buaya tersebut sudah terbiasa melihat manusia jadi tidak ada takutnya kepada manusia, berbeda dengan jaman dulu melihat manusia langsung nyelam.
Febri mengatakan sudah pernah menelusuri sungai Lenggang hingga muara, tak jarang sembari jalan Dia pun melihat buaya sedang berada ditepian.
"Kalau kami kemuara biasenye kami hitungin buaya yang gede-gede, kadang-kadang sudah tidak takut dengan manusia, kalau dulu kan nengok manusia langsung pergi, mungkin karena populasinya sudah banyak," ujar Febri
Menurut Febri serangan Buaya dalam sepekan di Belitung Timur selain populasi meningkat diduga ekositem disungai sudah tidak seperti dulu lagi.
"Mungkin karena jumlahnya juga bertambah, selain itu kan air sungai sekarang keruh tidak seperti dulu lagi," ujar Febri.
Sementara itu anggota Tagana Simpang rengiang Ferdy mengaku kejadian buaya menyerang warga di Simpang Rengiang baru kali ini lagi terjadi setelah belasan tahun lalu.
Menurut Fredy bila buaya sudah menyerang jarang dilepaskan, dia pun berganggapan, bahwa serangan itu sebagai peringatan.
"Untuk muncul si (buaya-red) disini jarang, kemungkin karena habitatnya terganggu, itu sebagai peringatan mungkin," ujar Fredy.
(Posbelitung.co/suharli)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/buaya-lenggang1.jpg)