Breaking News:

Kasus Tuduhan Ukuran Kelamin Menantu Terlalu Besar Berakhir Damai, Ternyata Salah Paham

Gara-gara alat kelamin yang diduga terlalu besar, seorang mertua nekat melaporkan menantunya ke polisi.

TRIBUNMADURA/GALIH LINTARTIKA
Sito dan menantunya, keduanya warga Dusun Brukkan, Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, usai mediasi damai terkait kasus tudingan alat kelamin yang terlalu besar. 

"Akhirnya kedua belah pihak saling memaafkan. Hubungan mertua dan menantu ini kembali akur meski sempat berseteru," jelasnya.

"Sehingga tidak ada yang dilaporkan, permasalahan selesai secara kekeluargaan," imbuh AKP Sugeng Supriantoro.

Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan, anak Sito yakni, Jumitra itu meninggal karena sakit epilepsi.

Sakit tersebut sudah sejak kecil diderita oleh korban.

"Jadi, dia (Jumitra) meninggal murni karena sakit dan bukan karena isu alat kelamin suaminya terlalu besar," tegasnya.

Pria Dengan Alat Kelamin Terlalu Besar, Lebih Besar Dari Tubuh Bayi

Bagi para lelaki, memiliki alat kelamin yang besar dianggap sebagai sesuatu yang menyenangkan.

Namun tidak demikian halnya dengan Sorence Owiti Opiyo, pemuda 20 tahun asal Kenya.

Bagi pemuda tersebut, alat kelaminnya yang terlalu besar adalah sebuah bencana, sebuah penderitaan. Ukuran penis pemuda tersebut tumbuh sangat besar sekitar 10 kali lipat dibanding ukuran normal. Bahkan ukuran penisnya disebut-sebut melebihi ukuran tubuh bayi yang baru lahir.

Karena ukuran yang terlalu besar itulah, Sorence kerap dirudung atau dibully oleh teman-temannya di sekolah. Karena malu terus menerus diolok, dia pun akhirnya memutuskan untuk berhenti sekolah.

Halaman
1234
Editor: Khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved