Erwin Rommel, Jenderal Nazi Jerman Berjuluk Rubah Gurun Perang Dunia II Bunuh Diri Tenggak Sianida

Kepemimpinannya saat memimpin pasukan gabungan Jerman dan Italia membuatnya disegani sebagai komandan tank terbaik, dan mendapat julukan Rubah Gurun.

Erwin Rommel, Jenderal Nazi Jerman Berjuluk Rubah Gurun Perang Dunia II Bunuh Diri Tenggak Sianida
AFP/FRANCE PRESSE VOIR
Komandan Nazi Jerman di Front Afrika, Erwin Rommel. 

POSBELITUNG.CO - Erwin Rommel merupakan jenderal Nazi Jerman dengan pangkat Field Marshal (Panglima Tertinggi) saat Perang Dunia II berkecamuk.

Erwin Rommel menjabat sebagai Komandan Divisi Panzer Ketujuh saat Invasi Perancis yang berlangsung pada 1940. Kemudian dia ditempatkan sebagai komandan Korps Afrika.

Kepemimpinannya saat memimpin pasukan gabungan Jerman dan Italia membuatnya disegani sebagai komandan tank terbaik, dan mendapat julukan der Wuestenfuchs atau Rubah Gurun.

Karena jasanya, Erwin Rommel dijadikan nama pangkalan militer terbesar Jerman, Barak Field Marshal Rommel di Augustdorf.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut merupakan biografi dari perwira yang juga mendapat julukan "Marsekal Rakyat" tersebut.

1. Masa Kecil dan Karir Awal di Militer

Johannes Erwin Eugen Rommel lahir di Heidenheim, sekitar 45 kilometer dari Ulm di Kerajaan Wuerttemberg, Kekaisaran Jerman pada 15 November 1891.

Ayahnya, Erwin Rommel Senior, selain berprofesi sebagai guru dan pengelola sekolah, juga seorang tentara dengan pangkat Letnan di artileri.

Di usia 18 tahun, Erwin Rommel masuk militer dan ditempatkan di Resimen Infanteri Ke-124 Wuerttemberg sebagai Fahnrich atau kandidat perwira.

Di 1910, dia masuk Sekolah Kadet Perwira di Danzig, dan lulus November 1911, dan ditempatkan di Infanteri Ke-124 Weingarten sebagai Letnan.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved