Erwin Rommel, Jenderal Nazi Jerman Berjuluk Rubah Gurun Perang Dunia II Bunuh Diri Tenggak Sianida

Kepemimpinannya saat memimpin pasukan gabungan Jerman dan Italia membuatnya disegani sebagai komandan tank terbaik, dan mendapat julukan Rubah Gurun.

Erwin Rommel, Jenderal Nazi Jerman Berjuluk Rubah Gurun Perang Dunia II Bunuh Diri Tenggak Sianida
AFP/FRANCE PRESSE VOIR
Komandan Nazi Jerman di Front Afrika, Erwin Rommel. 

Maret 1914, dia dipindahkan ke Ulm dan masuk Resimen Artileri Lapangan Ke-46 Korps Pasukan XIII sebagai komandan senjata berat.

Dia ditempatkan kembali ke Infanteri Ke-124 saat Perang Dunia I pecah. Di sekolah kadet, dia bertemu perempuan yang kelak jadi istrinya, Lucia Maria Mollin.

2. Perang Dunia I

Pengalaman perang pertama Erwin Rommel didapat pada 22 Agustus 1914 sebagai komandan peleton dalam pertempuran dekat Verdun, Prancis.

Di sana Erwin Rommel mendapat kemenangan ketika dia dan tiga anak buahnya menembak garnisun Perancis yang sepertinya tidak siap menghadapi serangan dadakan.

Pendekatan perang Erwin Rommel adalah melakukan gerak cepat ke garis depan musuh dilindungi tembakan artileri, dan bergerak ke posisi sayap untuk mendapatkan momentum penyergapan.

Atas jasanya pada September 1914 hingga Januari 1915, Erwin Rommel diganjar penghargaan medali Iron Cross Kelas Kedua, dan dipromosikan sebagai Oberleutnant (Letnan Satu).

Dia dikirim ke satuan baru Batalion Gunung Kerajaan Wuerttemberg Alpenkorps pada September 1915, dan menjabat sebagai komandan kompi.

24 Oktober 1917, Batalion Gunung Wuerttemberg terlibat dalam Pertempuran Caporetto di medan Austro-Italia. Pasukan Erwin Rommel mendapat tugas merebut tiga gunung: Kolovrat, Matajur, dan Stol.

Dalam waktu 2,5 hari, Erwin Rommel dan 150 anak buahnya mampu merebut 81 senjata dan menawan 9.000 orang termasuk 150 perwira dengan korban enam pasukannya tewas.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved