Erwin Rommel, Jenderal Nazi Jerman Berjuluk Rubah Gurun Perang Dunia II Bunuh Diri Tenggak Sianida

Kepemimpinannya saat memimpin pasukan gabungan Jerman dan Italia membuatnya disegani sebagai komandan tank terbaik, dan mendapat julukan Rubah Gurun.

Erwin Rommel, Jenderal Nazi Jerman Berjuluk Rubah Gurun Perang Dunia II Bunuh Diri Tenggak Sianida
AFP/FRANCE PRESSE VOIR
Komandan Nazi Jerman di Front Afrika, Erwin Rommel. 

Pada masa itu, Erwin Rommel memperkenalkan taktik infltrasi, sebuah manuver perang yang di masa ini dipakai oleh tentara manapun di dunia, dan sering disebut Blitzkrieg tanpa tank.

9 November 1917, dia memerintahkan serangan ke Longarone berkekuatan pasukan kecil, dan mampu memaksa Divisi Infanteri Pertama Italia yang berkekuatan 10.000 orang menyerah.

Atas aksinya, dia mendapat penghargaan Pour le Merite. Januari 1918, pangkatnya dinaikkan menjadi Kapten, dan dikirim ke Korps Pasukan XL!V hingga perang berakhir.

3. Komandan Berkepala Dingin

Pasca-perang, dia bermarkas di Resimen Ke-124 hingga 1 Oktober 1920, dan dipindahkan ke Resimen Infanteri Ke-13 di Stuttgart sebagai Kapten.

Kesatuannya bertugas memadamkan kerusuhan dan kekacauan sipil yang terjadi di Jerman. Alih-alih menggunakan kekerasan, Rommel memilih diplomasi.

Salah satu keampuhan teknik negosiasinya terjadi di Lindau di mana kota itu dikuasai pasukan revolusioner komunis.

Dia bernegosiasi dengan dewan kota, dan berhasil meyakinkan mereka untuk mengembalikan kekuasaan ke pemerintahan yang sah.

Keberhasilannya kemudian menular ke Schwaebisch Gmuend. Sejarawan Raffael Scheck memuji Rommel yang selalu berkepala dingin berpikir moderat.

Antara 1929-1933, dia bertugas sebagai instruktur di Sekolah Infanteri Dresden dengan sebelumnya pangkatnya dinaikkan sebagai Mayor April 1932.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved