Breaking News:

Berita Belitung

Waspada Ketinggian Gelombang di Perairan Belitung Mencapai 2,15 Meter

Pasang air laut maksimum pada tanggal 6 April 2019, pukul 01.00 WIB, mencapai 2.15 meter.

Penulis: Maggang (mg) | Editor: nurhayati
dok/posbelitung.com
Pemandangan pulau lengkuas saat gelombang besar dan mendung 27 Desember 2015. 

POS BELITUNG.COM--  Kondisi perairan Pulau Belitung, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pasang air laut maksimum pada tanggal 6 April 2019, pukul 01.00 WIB, mencapai 2.15 meter. Untuk itu masyarakat terutama para nelayan yang melaut waspada potensi adanya awan cumulinimbus yang dapat menyebabkan tinggi gelombanhg.

Hal ini disammpaikan Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpandan, Afriyon Putra mengatakan menurut data yang di peroleh dari BMKG.

Merut Afriyon, untuk di Pulau Belitung terdapat dua wilayah yang mengalami pasang air laut maksimum seperti Membalong  di  Kabupaten Belitung, ketinggian gelombang  mencapai 2.15 meter terjadi pukul 02.00 WIB sedangkan untuk Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, ketinggian gelombang  1.59 meter terjadi pukul 24.00 WIB.

Untuk kecepatan angin dan ketinggian gelombang di jalur penyerangan Bangka Belitung, untuk Selat Bangka arah angin barat - timur luat kecepatan angin 4- 19 km/jam sedangkan ketinggian gelombang signifikan 0.25-0.75 meter, namun untuk di selat gelasa arah angin barat-utara, kecepatan angin 4-19 km/jam, ketinggian gelombang signifikan 0.25 - 0.75 meter.

Selatan Bangka arah angin tenggara-barat laut kecepatan angin 4-19 km/jam sedangkan tinggi gelombang 0.25 - 0.75 Meter, di utara bangka arah angin barat laut - timur laut, kecepatan angin 4 - 19 km/jam, untuk ketinggian gelombang 0.25-1.00 meter, sedangkan untuk selat karimata arah angin, barat-barat laut kecepatan angin 4-19 km/jam, sedangkan untuk tinggi gelombang 0.25 - 0.75 meter.

"Pelayaran masih aman, tapi tetap waspada untuk nakhoda tetap memantau cuaca, kalau tidak memungkinkan agar berlindung. Kami tetap berpedoman dengan data BMKG,"  jelas Afriyon.

Ia melanjutkan, namun keselamatan dan memprediksi cuaca selalu berpedoman dengan BMKG, selama ini data yang bersumber BMKG dari meteorologi maritim dan boots center, dinas perikanan dan kelautan babel. (Posbelitung/Yuranda)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved