Paman Perkosa Korban sejak 3 Tahun Lalu, Bermula Lihat Foto Syur Keponakan di Ponsel

Bermula Lihat Foto Syur Keponakan di Ponsel, Paman di Pekalongan Perkosa Korban sejak 3 Tahun Lalu

Paman Perkosa Korban sejak 3 Tahun Lalu, Bermula Lihat Foto Syur Keponakan di Ponsel
grafis tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi 

Paman Perkosa Korban sejak 3 Tahun Lalu, Bermula Lihat Foto Syur Keponakan di Ponsel

POSBELITUNG.CO - S (36), seorang lelaki di Pekalongan, Jawa Tengah tega melakukan tindakan asusila terhadap keponakannya sendiri yang masih berusia 15 tahun.

Berdasarkan keterangan pelaku S, ia menuturkan bahwa dirinya tergoda untuk melakukan tindakan asusila tersebut kepada keponakannya seusai meminjam ponsel milik korban untuk berfoto.

Di ponsel milik korban itulah pelaku justru menemukan foto-foto vulgar milik korban.

//

Foto-foto tersebut kemudian menjadi senjata bagi pelaku untuk mengancam korban agar mau menuruti keinginannya.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan (kiri) saat menggelar press release kasus paman cabuli keponakan, Jumat (05/04/2019) siang.
Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan (kiri) saat menggelar press release kasus paman cabuli keponakan, Jumat (05/04/2019) siang. (TRIBUN JATENG/INDRO DWI PURNOMO)

"Dari foto-foto vulgar itu, saya terus mengancam korban," ungkap S saat ditemui dalam gelaran konferensi pers terkait kasus tersebut pada Jumat (5/4/2019) siang.

Pihak kepolisian Polres Pekalongan melalui AKBP Wawan Kurniawan mengkonfirmasi, bahwa korban memang diancam akan disebarkan foto-foto vulgarnya jika menolak keinginan pelaku.

"Pelaku ini melakukan pencabulan dengan ancaman. Apabila korban tidak mau, pelaku akan menyebarkan foto tidak senonoh korban di sosial media," ucap Wawan.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian Polres Pekalongan, terungkap bahwa pemerkosaan yang dilakukan pelaku terhadap gadis di bawah umur itu telah terjadi selama tiga tahun.

Aksi pemerkosaan tersebut dilakukan di kediaman yang ditempati korban semenjak tahun 2016 lalu.

Untuk mencegah adanya kehamilan dari perbutan yang dilakukan S kepada korban, pelaku kemudian memaksa korban untuk mengkonsumsi pil KB.

Namun, pelaku tak membeli pil KB itu dari apotek setempat, melainkan justru mencuri pil KB milik istrinya.

"Agar korban tidak hamil, saya curi Pil KB milik istri," sebut S.

Peristiwa pemerkosaan tersebut pertama kali terkuak ketika korban menangis lantaran sudah merasa tidak tahan dengan perbuatan tak senonoh yang dilakukan oleh pamannya.

Apalagi korban justru mendapatkan tamparan dari pelaku ketika pada suatu waktu ia menolak untuk melayani nafsu pamannya itu.

Korban lalu menghubungi sanak saudaranya dan menceritakan kejadian tersebut.

Hingga kemudian kabar tak sedap tersebut terdengar hingga telinga kedua orang tuanya.

"Korban yang menangis langsung menelpon saudaranya. Hingga akhirnya orangtua korban pulang dan melaporkan pelaku ke polisi," jelasnya.

Dari laporan kedua orang tua korban kepada pihak kepolisian, petugas kemudian segera melakukan penyelidikan dan meminta kesaksian dari saksi pelapor, saksi korban dan para saksi lainnya.

Lebih lanjut, selama ini korban diketahui tinggal satu atap dengan neneknya, lantaran kedua orang tuanya harus bekerja di luar kota.

Sedangkan kediaman pelaku berada tak jauh dari lokasi kejadian.

Wawan menyebut bahwa atas perlakuan pamannya itu, korban kini mengalami trauma.

"Saat ini korban mengalami shock berat atas perbuatan pelaku," ungkapnya.

Atas perbuatan yang dilakukan oleh pelaku S, ia akan dijerat dengan Undang-undang Pasal 81 ayat 2 dan 3 tentang Perlindungan Anak.

"Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara dan denda lima miliar," tegasnya.

Lihat video selengkapnya di sini:

(TribunWow.com/Laila Zakiyya)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Bermula Lihat Foto Syur Keponakan di Ponsel, Paman di Pekalongan Perkosa Korban sejak 3 Tahun Lalu.

Penulis: Laila Zakiyya Khairunnisa

Editor: teddymalaka
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved