Breaking News:

Ternyata Orang Sensitif Justru Bisa Jadi Calon Pemimpin yang Baik, Begini Alasannya

Selama ini banyak yang menganggap orang sensitif itu cenderung cengeng, mudah tersinggung, mudah emosian, dan beberapa anggapan negatif lainnya.

pexels.com
Ilustrasi orang dengan tipe sensitif 

POSBELITUNG.CO - Selama ini banyak yang menganggap orang sensitif itu cenderung cengeng, mudah tersinggung, mudah emosian, dan beberapa anggapan negatif lainnya.

Bahkan sering dianggap melakukan tindakan yang tidak rasional ketika menghadapi masalah.

Tapi tahukah kamu? orang sensitif justru bisa jadi calon pemimpin yang baik lho.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. Elaine Aron, sensitif berarti bernilai baik dimana sensitif itu berarti peka terhadap apa yang terjadi di lingkungan, lebih empati kepada sesama, punya kemampuan bertahan yang baik, dan bisa bersikap hati-hati sebelum bertindak.

Karena sifat-sifat baik tersebut, orang yang memiliki sensitivitas tinggi justru berpotensi besar menjadi seorang pemimpin yang hebat lho, dilansir TribunTravel dari Lifehack, berikut lima alasan kenapa orang sensitif adalah calon pemimpin yang baik:

1. Jeli terhadap hubungan interpersonal

Orang yang sensitif bisa dikatakan memiliki antena emosi yang kuat untuk mengetahui hubungan interpersonal yang terjadi di lingkungannya.

Mereka tahu persis siapa orang-orang yang cocok satu sama lain dan orang-orang yang kurang cocok untuk menjalin kerjasama.

Ketika jadi pemimpin, mereka sudah handal untuk membagi anggota dan timnya ke dalam kelompok-kelompok untuk menjalankan sebuah misi.

Dan hebatnya, misi itu berhasil lantaran mereka pintar dalam menggerakkan tim berkat sensitivitas yang dimilikinya.

2. Punya kemampuan mendengar yang baik

Kamu pasti setujukan kalau pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau mendengar, baik mendengar saran dan kritik dari bawahan maupun keluh kesah dan curhatan dari anak buahnya.

 Dan orang yang sensitif punya kemampuan di bidang ini, jadi tidak mengherankan jika mereka adalah calon pimpinan yang baik karena mau mendengarkan orang lain.

3. Bisa mengkritik dengan positif

Mereka yang sensitif tahu betul dan bisa menempatkan diri bagaimana caranya mengkritik orang lain tapi tanpa meyakiti perasaannya.

Jadi meski mereka sering memberi kritikan, tapi sebisa mungkin kritikan tersebut tidak membuat orang lain tersinggung.

Orang sensitif akan mencoba mengandai-andai jika dia menjadi orang yang dikritik tersebut.

Buat mereka, kritik harus diikuti dengan sikap positif agar orang yang dikritik tidak merasa bersalah dan justru malah jadi minder.

4. Menghargai bawahan dengan memberi motivasi

Setiap bawahan selalu ingin mendapatkan perhatian dari atasan, dan orang-orang sensitif bisa memahami hal itu dengan baik.

Bagaimana motivasi sederhana membuat kinerja bawahan jadi lebih produktif.

Untuk itu orang sensitif tahu bagaimana memotivasi bawahannya agar mereka merasa lebih dihargai oleh atasan.

 Kesalahan pada pekerjaan nggak lagi jadi senjata untuk menjatuhkan, tapi lebih dijadikan alasan untuk memotivasi orang lain bahwa mereka bisa lebih baik dari hari ini.

5. Menghargai pentingnya memberi semangat

Dengan sensitifnya perasaan, tentu orang ini paling tahu apa yang membuat karyawan merasa malas atau lebih semangat.

Jadi, kekuatan semangat bisa jadi andalan orang sensitif untuk membangun produktifitas karyawan.

Orang sensitif pun tidak akan merasa malu jika diberi semangat oleh karyawan lainnya, karena rasa semangat itu bisa menular. (Ratna Widyawati)

Artikel ini telah terbit di tribuntravel.com berjudul 5 Alasan Kenapa Orang Sensitif Justru Bisa Jadi Calon Pemimpin yang Baik

Editor: Iwan Satriawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved