Berita Belitung

Kajari Belitung Bukti Emansipasi Wanita di Dunia Penegakkan Hukum

Raden Ajeng Kartini‎ merupakan tokoh emansiapasi wanita yang mendobrak kesetaraan melalui tulisannya berjudul habis gelap terbitlah terang.

Kajari Belitung Bukti Emansipasi Wanita di Dunia Penegakkan Hukum
Ist/Dok Pribadi Kajari Belitung
Caption Kajari Belitung Belitung Sekti Anggraini. 

POSBELITUNG.COM-- Raden Ajeng Kartini‎ merupakan tokoh emansiapasi wanita yang mendobrak kesetaraan melalui tulisannya berjudul habis gelap terbitlah terang.

Upayanya dalam memperjuangkan hak wanita untuk meraih pendidikan tinggi dan diberikan kesempatan yang sama akhirnya diperingati setiap tanggal 21 April.

Hingga kini sosok RA Kartini‎ tetap menjadi panutan bagi wanita dalam meniti karir di segala bidang profesi.

Tak terkecuali bagi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Belitung Sekti Anggraini. Semenjak 2003 silam, Sekti resmi dilantik dan mulai meniti karir sebagai jaksa muda hingga dipercaya menyandang jabatan sebagai Kajari di beberapa wilayah di Indonesia.

‎"Makna hari Kartini bagi saya mengingatkan pada semua perempuan akan sosok seorang perempuan yang berani menyuarakan bahwa perempuan mempunyai hak yang sejajar, perempuan itu kuat dan harus memperjuangkan hidupnya semaksimal mungkin dalam berbagai bidang kehidupan. Hal itu menjadi motivasi kuat buat kami perempuan untuk melangkah maju meningkatkan kualitas hidup disamping kodrat sebagai ibu dari anak-anak selalu dijalani dengan semangat dan rasa syukur," jelasnya kepada posbelitung.co, Minggu (21/4/2019).

Seiring dengan kemajuan jaman, banyak perempuan yang turut andil dalam dunia penegakkan hukum.

Menurut Sekti, saat ini banyak sekali jaksa perempuan dan tidak ada perbedaan perlakuan.

Ia mengatakan semua jaksa mempunyai tanggungjawab dan tugas yang sama, menjadikan institusi Kejaksaan semakin berwarna dan bermakna khususnya dalam tugas penegakan hukum.

"Ketegasan dan intuisi wanita berpadu dengan baik, karena penegakan hukum memang sangat membutuhkan hati nurani," katanya.

Menjabat sebagi Kajari tentunya bukan perkara ‎mudah, bahkan dirinya harus rela terpisah dengan keluarga demi mengemban amanah.

Terlebih Sekti harus memainkan dua peran yaitu sebagai Kajari yang tegas dalam menegakkan hukum dan seorang ibu yang lembut bagi anak di lingkungan keluarga.

‎Namun, dirinya membuktikan bahwa jarak bukan penghalang untuk berkomunikasi. Selain itu, ia selalu menyempatkan bertemu keluarga di luar jam kerja.

‎"Saya masuk kejaksaan dari sebelum menikah sampai dengan mempunyai dua anak yang sudah beranjak dewasa. Alhamdulillah mereka memahami keterbatasan saya dan menilai bahwa kualitas saya memanfaatkan waktu dengan mereka lebih dari kuantitas, mereka selalu sangat dekat, tiap saat berkomunikasi tentang apapun juga. Alhamdulillah selalu membanggakan mamanya, bahkan si sulung yang sudah mau tamat SMU dengan tegas menyatakan mau masuk fakultas hukum seperti mamanya, itu hal yang sangat tidak saya sangka," ungkapnya.

Sekti menyarankan seorang ‎perempuan harus mampu bertahan dalam segala hal, berkepribadian kuat, harus merasa hebat dan percaya diri dalam profesi apapun juga terutama sebagai ibu rumah tangga.

Selain itu juga harus terus meningkatkan kualitas diri dengan berbagai cara tanpa melupakan kodratnya sebagai seorang ibu yang menjadi panutan anak-anaknya. (Posbelitung.com/Dede Suhendar)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved