Breaking News:

Berita Belitung

Yulita Resti Terinspirasi Sosok Kartini dan Sang Ibunda

Kartini menjadi sosok yang telah menginspirasi wanita-wanita di Indonesia. Meski telah berlalu puluhan tahun, perjuangannya selalu dikenang

Posbelitung/Adelina Nurmalitasari
Dokter gigi Yulita Resti 

POSBELITUNG.COM-- Kartini menjadi sosok yang telah menginspirasi wanita-wanita di Indonesia. Meski telah berlalu puluhan tahun, perjuangannya selalu dikenang hingga kini, tak terkecuali bagi dokter gigi Yulita Resti.

Bagi wanita kelahiran 29 Juni 1986 ini, sosok Kartini telah membuka pintu bagi para perempuan dalam mengenyam pendidikan dan pelopor agar bisa mendapatkan hak sama dengan pria.

"Kartini adalah sosok yang luar biasa, ia merupakan sosok modern yang berasal dari masa lalu sehingga pantas dikenang dan diketahui kisahnya oleh para generasi muda Indonesia,"ungkap Yulita kepada posbelitung.com , Minggu (21/4/2019).

Bagi istri Antonio Apriza ini, perayaan hari Kartini tidak hanya pada 21 April saja. Namun perempuan muda Indonesia harus menjadikan setiap harinya sebagai hari untuk berjuang dengan cara masing-masing dengan potensi yg dimiliki.
Karena siapapun bisa membuka pintu buat ratusan bahkan ribuan orang serta menjadi inspirasi seperti Kartini.

Sejak di bangku sekolah dasar (SD), wanita berjilbab ini pun sudah menaruh mimpinya menjadi dokter gigi. Apalagi semasa kecil, ia sering ikut tantenya yakni dokter gigi Suhartati ke puskesmas tempat bekerja dan ikut saat praktek.

"Dari situ saya melihat, wah kalo jadi dokter gigi ada kebahagiaan tersendiri ketika melihat pasien yang sakit gigi, kemudian saat kontrol bilang senang sudah bisa makan. Saya masih ingat saat itu tante bilang, kalo mau jadi dokter harus rajin belajar, kalo orang lain bisa pasti kita juga bisa, dan jangan lupa banyak-banyak berdoa," tutur Yulita menceritakan kenangannya saat itu.

Berangkat dari mimpinya itu, ia pun perlahan-lahan mulai mengusahakannya. Bersyukur saat itu ia bisa diterima sebagai mahasiswa kedokteran gigi di Universitas Jember.

Selain Kartini, Yulita pun memiliki sosok pahlawan wanita tersendiri, yakni sang ibu, Agustinah. Perjuangan ibundanya dalam mendidik dan membesarkan ia hingga dirinya tumbuh dan mengenyam pendidikan yang layak, tak bisa dipungkiri merupakan hasil kerja keras ibunya.

"Mama saya juga belajar perjuangan itu dari nenek saya yang saat itu berjualan kue untuk membantu kakek menyekolahkan anak-anaknya supaya bisa sampai ke perguruan tinggi," jelasnya.

Kedua sosok inilah yang menjadi penyemangatnya menghadapi saat-saat yang sulit agar terus berjuang dengan segala keterbatasan.

Lebih dari mimpinya menjadi dokter gigi, ibu dari Gemasakti Nusantara Apriza ini kini juga menjadi Kepala Puskesmas Tanjung Binga. Baginya perempuan berkarir dan menduduki jabatan tersebut memang menjadi hal lumrah. Setiap wanita pun bisa mengangkat potensi dirinya sehingga bisa berkarir meski tanpa melupakan kodrat sebagai ibu bagi anak-anak dan istri bagi suami.

Yulita pun berpesan pada para wanita dan anak muda Belitung agar terus semangat untuk berkarya, menginspirasi dan menumpuk prestasi dengan tetap tidak meninggalkan kodrat sebagai wanita.

"Jangan menyerah untuk tetap mengejar mimpi-mimpimu dan semangat terus untuk ikut berbuat untuk kemajuan negeri laskar pelangi yang kita cintai ini. Layaknya Kartini yang terus semangat berjuang sampai akhir hayat," pesan Yulita. (Posbelitung.com/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved