Kisah Kakek Aman Diupah Rp 2000 saat Mengangkut Sampah hingga Tinggal di Semak-semak

Aman, kakek berusia 85 tahun ini hidup di semak-semak selama tiga tahun belakangan.

Kisah Kakek Aman Diupah Rp 2000 saat Mengangkut Sampah hingga Tinggal di Semak-semak
Tribun Jabar/Nandri Prilatama
Semak-semak tempat tinggal Kakek Aman selama tiga tahun di Ngamprah, KBB. TRIBUN JABAR/NANDRI PRILATAMA 

Kisah Kakek Aman Diupah Rp 2000 saat Mengangkut Sampah hingga Tinggal di Semak-semak

POSBELITUNG.CO - Aman, kakek berusia 85 tahun ini hidup di semak-semak selama tiga tahun belakangan.

Dia tinggal di dekat jalan Tol Cipularang di Kampung Ciloa, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat(KBB), atau sekitar 1 kilometer dari kantor Pemda KBB.

Aman hidup sebatang kara.

Setiap hari selalu mengais sampah di sekitar Padalarang.

Tubuhnya kumal dan selalu membawa karung.

Aman mengaku terkadang mendapatkan uang Rp 2 ribu ketika mengangkut sampah.

"Kadang abah ada yang memberi makan ketika ada orang yang melintas," katanya, Senin (22/4/2019).

Sehari-hari tinggal di semak-semak, Aman selalu membakar sampah-sampah yang telah dikumpulkan untuk sekadar menghangatkan badan pada malam hari.

Aman, kakek berusia 85 tahun hidup di semak-semak selama tiga tahun belakangan. TRIBUN JABAR/NANDRI PRILATAMA
Aman, kakek berusia 85 tahun hidup di semak-semak selama tiga tahun belakangan. (TRIBUN JABAR/NANDRI PRILATAMA )

Tetapi, ketika hujan, Aman pun langsung berteduh di pos ojek yang lokasinya dekat dengan semak tersebut.

Halaman
12
Editor: zulkodri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved