Cara Mengajari Anak Pemalu Jadi Lebih Percaya Diri

Bantulah anak untuk menghadapi dan memahami kecenderungan tersebut sejak dini. Sehingga, anak bisa mengatasi rasa malunya di kemudian hari.

Cara Mengajari Anak Pemalu Jadi Lebih Percaya Diri
Shutterstock
Ilustrasi anak pemalu 

"Hal ini biasa terjadi, misalnya pada kelompok bermain anak-anak," kata Mintz.

Penulis The Emotionally Health Child sekaligus pelatih orangtua di GrowingHappyKids.com, Maureen Healy setuju soal membuat suasana sekitar menjadi nyaman bagi anak, adalah kunci.

Ia menyarankan agar orangtua bisa menemukan aktivitas yang disukai anak, dan membantu mereka untuk terlibat dengan anak lain.

Ingatlah, anak-anak yang pemalu seringkali lebih mahir dalam menjalankan hubungan satu lawan satu, daripada bersama kelompok.

"Setiap anak setidaknya bisa berteman dengan satu orang anak untuk berbagi hal-hal yang disukainya. Misalnya, memasak, berkebun, atau aktivitas kreatif lainnya," ujar Mintz.

Menemukan sesuatu yang benar-benar menarik perhatian anakmu juga merupakan sesuatu yang penting.

Anak bisa saja lebih suka bergabung dengan aktivitas yang hening, seperti klub buku anak. Namun, menemukan teman bagi mereka adalah hal penting.

5. Mengajari anak mengenalkan diri

Healy juga menyarankan agar orangtua sesekali bermain 'roleplay' bersama anak-anak untuk membuat mereka nyaman, ketika mereka bersama anak-anak lainnya.

Selain mencari teman dengan berbagi kesenangan bersama, penting agar anak dilatih mengenalkan dirinya pada orang lain, dan bermain 'roleplay' bagaimana melakukan hal itu.

Seringkali anak-anak bisa menemukan orang-orang yang ingin dikenalnya, namun merasa tidak mempunyai bahasa yang tepat untuk memperkenalkan diri.

6. Membawa camilan

Membawa snack atau camilan juga bisa membantu anak berinteraksi dengan anak lain.

Caranya adalah dengan berbagi camilan dengan anak-anak di sekitarnya atau di dalam kelas.

Anak-anak yang diberi camilan biasanya akan otomatis tersenyum, berterimakasih, dan ingin berinteraksi dengannya.

7. Tidak memaksa anak terlalu keras

Ketika memfasilitasi anak untuk berinteraksi dengan orang lain, Mintz menyarankan untuk tidak terlalu keras memaksa mereka.

Alih-alih melakukan pemaksaan, berikan mereka pujian ketika mereka melakukan interaksi yang positif. Peraturan pentingnya adalah, jangan memaksa anak berinteraksi dengan anak lain yang membuatnya tidak nyaman.

Pemaksaan itu akan membuat anak merasakan trauma. Anak-anak usia pra-sekolah juga akan merasa tidak nyaman berbicara dengan orang dewasa yang tidak dikenal, sehingga kita harus menghindari memaksa mereka untuk melakukannya.

Terkadang, anak-anak malu dan diam tapi dengan sopan mereka melambaikan tangannya pada orang dewasa yang tidak dikenal tersebut.

Ketika situasi itu terjadi, anakmu berarti sudah sedikit melangkah lebih jauh, dan itu perlu diapresiasi. Jadi, singkatnya, jangan terlalu khawatir.

Tidak ada yang salah dengan anakmu yang merasa 'malu'.

Namun, jika kamu menyadari anakmu kesepian dan ingin bersosialisasi, terapkan tips-tips tadi untuk menanamkan kepercayaan diri pada mereka. (Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di https://lifestyle.kompas.com/read/2019/04/23/100000520/7-langkah-untuk-ajari-anak-pemalu-jadi-lebih-percaya-diri?page=all

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved