Inilah Sejarah Kenapa Bendera Kuning Sebagai Simbol Kematian, Bermula dari Wabah Kematian

Warna hitam sering dikaitkan dengan suasana duka atau kematian. Di beberapa negara, pakaian hitam biasa dikenakan saat menghadiri pemakaman.

Tayang:
Editor: Zulkodri
Photitos2016/Getty Images/iStockphoto
Ilustrasi bendera kuning. 

Inilah Sejarah Kenapa Bendera Kuning Sebagai Simbol Kematian, Bermula dari Wabah Kematian

POSBELITUNG.CO - Warna hitam sering dikaitkan dengan suasana duka atau kematian. Di beberapa negara, pakaian hitam biasa dikenakan saat menghadiri pemakaman.

Warna gelap tersebut seolah-olah menggambarkan kesedihan dan kemuraman setelah ditinggal orang terkasih. 

Namun, selain hitam, di beberapa wilayah Indonesia, kuning juga menjadi warna kematian.

Disimbolkan melalui bendera-bendera yang dipasang di sekitar rumah duka. Bagaimana awal mulanya?

Pemilihan kuning sebagai warna kematian ini ternyata bermula dari zaman kolonialisme Belanda.

Awalnya, dikenal bendera persegi panjang polos berwarna kuning dengan simbol huruf Q.

Bendera kuning ini merupakan penanda bagi para penderita sebuah wabah mematikan yang wajib dikarantina.

Oleh sebab itu, simbolnya adalah Q, berasal dari kata "quarantine".

Konon, di zaman itu, saking mematikannya, wabah tersebut cepat menular dan memakan banyak korban meninggal.

Banyak bendera kuning lalu terlihat di setiap kematian.

Hingga saat ini, kebiasaan itu masih dilakukan, meskipun sudah tidak ada wabah.

Dan bendera kuning pada akhirnya identik dengan kematian dan digunakan untuk menandai kematian seseorang. (Gita Laras Widyaningrum)

Masih Dihuni Manusia Inilah Kota Terdingin di Dunia, Gali Kubur Saja Butuh Waktu 7 Hari

Astaghfirullah 19 Bocah di Garut Lakukan Seks Menyimpang di Lapangan Bola setelah Nonton Video Porno

Viral Dua Remaja Dihukum Berguling-guling Di Rumput Alun-alun Karena Ketahuan Mesum

Berita ini telah terbit di nationalgeographic.grid.id berjudul Bendera Kuning Sebagai Simbol Kematian, Bagaimana Sejarahnya?

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved