Breaking News:

Mengulik Lubang Bekas Peluru Meriam Pasukan Sunan Kuning Saat Menyerbu Keraton Kartasura

Lubang besar di bekas benteng Srimanganti Keraton Kartasura, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah itu masih tampak jelas.

Editor: Edy Yusmanto
TRIBUNJOGJA/SETYA KS
Lubang besar di tembok Srimanganti Keraton Kartasura akibat tembakan meriam pasukan Sunan Kuning. Di pintu inilah pasukan penyerbu memasuki cepuri keraton, tempat tinggal raja. 

Pusat kerajaan itu bertahan hingga saat ini menjadi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Sejak tiga tahun terakhir, Freddo sendirian merawat lingkungan situs yang sebagian besar kini jadi permukiman dan pekuburan umum yang sudah tak difungsikan lagi.

Tugasnya sangat berat, karena harus merawat area situs seluas lebih kurang dua hektare.

Kondisi bekas Keraton Kartasura yang dibangun sejak 1680 Masehi itu tidak terlalu bagus.

Sisa atau jejak terjelas istana kerajaan dari masa Sunan Amangkurat II (Amangkurat Amral) hingga Susuhunan Pakubuwana II itu tinggal benteng cepuri keraton berbentuk persegi.

Secara umum tembok bata merah setebal kira-kira 2,5 meter itu masih cukup kokoh, namun sebagian besar diselimuti semak belukar dan konon kadang jadi sarang ular.

Pengunjung situs sejarah budaya itu bisa dihitung jari.

"Selain peziarah, kadang juga ada rombongan anak sekolah," kata Freddo.

Memang tidak banyak yang bisa dilihat di bekas kerajaan besar itu, selain ribuan makam yang terawat maupun yang sudah tak pernah dipelihara lagi.

Selain lubang di benteng Srimanganti, jejak Keraton Kartasura lain adalah titik lokasi bekas kamar tidur raja.

Lokasi itu ditandai sebuah paseban terbuka yang fisik bangunannya belum terlalu lama.

Lubang besar di tembok Srimanganti Keraton Kartasura akibat tembakan meriam pasukan Sunan Kuning. Di pintu inilah pasukan penyerbu memasuki cepuri keraton, tempat tinggal raja. (TRIBUNJOGJA/SETYA KS)
Lubang besar di tembok Srimanganti Keraton Kartasura akibat tembakan meriam pasukan Sunan Kuning. Di pintu inilah pasukan penyerbu memasuki cepuri keraton, tempat tinggal raja. (TRIBUNJOGJA/SETYA KS) 

Di paseban itu ada dua batu besar berselimut kain ungu, sebagai penanda bekas kamar raja.

Ada pohon beringin besar menaungi spot ini.

"Katanya sih ini lokasi paling wingit, dijaga ular besar, tapi hanya orang tertentu yang bisa melihatnya," jelas Freddo.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved