Khawatir Anak-anaknya Sulit Cari Kerja, Nelma Tularkan Keahliannya Mereparasi Jam

Nelma yang sudah 10 tahun berprofesi sebagai reparasi jam bekerja penuh cekatan. Obeng, kuas dan kaca pembesar selalu setia menemaninya setiap waktu

Khawatir Anak-anaknya Sulit Cari Kerja, Nelma Tularkan Keahliannya Mereparasi Jam
(Posbelitung/Yuranda)
Nelma tukang service jam bersama putranya sedang mengerjakan perbaikan jam pelanggan,Selasa (30/04/2019) 

POSBELITUNG.CO --Teliti dan cekatan terlihat dari jari Nelma (45) yang sedang memperbaiki jam milik konsumennya. Konsentrasi dalam memperbaiki jam sangat diperlukan agar jam bisa berfungsi kembali.

Nelma yang sudah 10 tahun berprofesi sebagai reparasi jam bekerja penuh cekatan. Obeng, kuas dan kaca pembesar selalu setia menemaninya setiap waktu memperbaiki jam konsumen.

Ia menceritakan, pekerjaan ini sebetulnya ia jalani bersama sang suami, namun sejak dua tahun lalu suaminya meninggal dunia. Hingga akhirnya Nelma seorang diri lah yang harus meneruskan usaha ini demi menghidupi 4 anaknya. Nelma berujar kondisi ini sangat ia syukuri.

"Alhamdulilah dari hasil ini bisa mencukupi keluarga saya dan bisa menyekolahkan anak-anak saya. Anak saya ada empat orang, duanya sudah lulus SMA dan duanya masih sekolah," katanya, saat disambangi posbelitung.co, Selasa (30/4/2019).

Nelma mengaku penghasilan perharinya tidak menentu. Jika ramai bisa membawa pulang Rp 200.000 sampai Rp 300.000, namun sebaliknya kalau sepi cuma Rp 20.000.

Muhammad Husen, anak Nelma nomor tiga sesekali membantu pekerjaan ibunya usai pulang sekolah. Nampaknya Nelma telah mewariskan keahliannya kepada anak-anaknya, karena jelas terlihat putranya juga cukup cekatan mereparasi jam, meski sekali-kali dipandu oleh sang ibu.

"Setiap anak saya. Saya ajarkan untuk bisa memperbaiki jam sehingga sewaktu mereka belum punya kerja, mereka bisa melakukan pekerjaan ini," Katanya.

Nelma melanjutkan, selama menjalankan profesi sebagai tukang servis jam tangan, ia pernah menerima perbaikan jam antik. Namun sayangnya, meski ia bisa memperbaiki tapi terkendala dengan minimnya peralatan. 

"Ada satu jam antik seperti arloji yang tidak ada talinya, tapi bisa dikalungi di leher, kalau untuk mereknya saya tidak tau, dan itu saya tidak bisa memperbaikinya karena tidak ada alat," pungkasnya.

(Posbelitung/Yuranda)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved