Perlakuan Buruk Terhadap Rizky Oktaviana Ternyata Mengubah Aturan Buruh di Australia

Kasus seorang pekerja pemetik buah asal Indonesia yang mendapatkan perlakuan buruk di Australia telah dijadikan contoh bagi adanya perubahan aturan

Perlakuan Buruk Terhadap Rizky Oktaviana Ternyata Mengubah Aturan Buruh di Australia
Facebook/Dan Andrews
Rizky Oktaviana dulunya bekerja sebagai pemetik buah di Australia dan menerima upah rendah. 

POSBELITUNG.CO - Kasus seorang pekerja pemetik buah asal Indonesia yang mendapatkan perlakuan buruk di Australia telah dijadikan contoh bagi adanya perubahan aturan buruh di negara itu.

Setelah bekerja menjadi awak kapal di Afrika Selatan dan bekerja tanpa mendapat bayaran selama 18 bulan, Rizky Oktaviana ditawari bekerja di Australia.

Mendapat janji muluk untuk bekerja di Australia pada Desember 2017, nasibnya tidak juga berubah.

Rizky mendapat pekerjaan sebagai pemetik buah ceri, apel dan buah-buahan lain di empat perkebunan di negara bagian Victoria selama enam bulan.

Upah yang diterimanya jauh di bawah upah minimum di Australia atau mendapat upah sekitar 50 dollar Australia (sekitar Rp 500 ribu) untuk pemetikan satu kantong besar.

Kondisi di perkebunan tempat Rizky bekerja juga tidak memadai, dengan tidak ada fasilitas toilet untuk para pekerja, sehingga kadang mereka harus buang air di ladang.

"Kadang mereka membayar saya satu jam hanya 17 dollar, kadang dibayar per biji buah yang dipetik," katanya.

"Tapi ketika buah yang saya petik banyak, mereka lalu membayar saya dengan hitungan per jam, bukan per kantong," imbuhnya.

Kasus yang dialami oleh Rikzy ini dijadikan contoh oleh Pemerintah Victoria guna mengubah aturan perburuhan.

Menteri Utama Victoria Daniel Andrews mengangkat kasus Rizky ini dalam akun Facebook-nya pada Kamis (2/5/2019).

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved