Breaking News:

Loka POM Akan Periksa Takjil di Sembilan Titik se-Pulau Belitung

Kami akan melaksanakan pemeriksaan dengan membeli sampel di pedagang, kemudian akan dilakukan rapid kit test atau

Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Pengujian rapid test kit pada sampel makanan di Tanjung Pendam beberapa waktu lalu. 

POSBELITUNG, BELITUNG - Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Belitung akan melakukan pemeriksaan takjil atau jajanan buka puasa di sembilan titik lokasi yang masing-masing ada lima titik di Belitung dan empat titik di Belitung Timur.

Dijelaskan Kepala Loka POM Belitung Iswadi, pemeriksaan akan dilakukan untuk memastikan takjil yang dijual aman dari bahan-bahan berbahaya.

"Kami akan melaksanakan pemeriksaan dengan membeli sampel di pedagang, kemudian akan dilakukan rapid kit test atau pengujian cepat buat menguji formalin, boraks, methanyl yellow, dan rhodamin B," ujarnya, Senin (6/5/2019).

Jajanan akan langsung diujikan di lokasi sehingga jika ada yang tidak sesuai akan segera dilakukan pembinaan ke pedagang.

Buat melakukan pemeriksaan pangan, Iswadi mengatakan pihaknya pun akan bekerjasama dengan dinas kesehatan.

Bahkan pemeriksaan sampel makanan pun akan dilakukan bukan hanya di Tanjungpandan tapi juga di kecamatan lain di Pulau Belitung.

Meskipun Loka POM baru tahun pertama, namun pengujian sampel makanan sebelumnya sudah rutin dilakukan pihaknya di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bangka Belitung. Selama dua tahun terakhir pun tidak pernah ditemukan kandungan zat berbahaya pada takjil yang beredar di masyarakat.

"Alhamdulillah tahun terakhir tidak ada temuan pernah rhodamin terasi, kalau takjil dua tahun tidak ada lagi bisa dibilang aman," imbuh Iswadi.

Ia menjelaskan, pangan yang aman harus terbebas dari bahaya biologi, kimia, dan fisik. Bahaya biologi daapt dilihat kebersihan tempat jualan.

Selain itu makanan pun harus dalam kondisi tertutup, penjual pun harus mengenakan pakaian bersih, dan mengambil jajanan harus pakai penjepit.

Sedangkan makanan yang aman dari kimia secara sederhana dapat dilakukan dengan menghindari makanan yang berwarna terlalu mencolok atau bertekstur terlalu kenyal.

"Meski tetap harus diuji di laboratorium tidak bisa hanya pengamatan semata," tambahnya.

Sedangkan kalau bahaya fisik, Iswadi menganjurkan jangan sampai ada rambut atau kerikil pada takjil yang dibeli. Bahkan kalau bisa pemakaian strapless pun agar dihindari karena dikhawatirkan tertelan. (Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved