Breaking News:

Kapan Indonesia Bisa Coba Layanan 5G?

Apakah jaringan ponsel teman-teman sudah menggunakan teknologi 4G? Atau adakah yang masih menggunakan teknologi 3G?

Editor: Fitriadi
pixabay/TeroVesalainen
Ilustrasi ponsel 

Saat ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang mempertimbangkan kemungkinan menggabung penggunaan frekuensi 3,5 GHz untuk keperluan satelit dan 5G berdasarkan area.

Untuk area yang banyak pabrik, frekuensi 5G akan dialokasikan untuk 5G agar mendukung pemanfaatan Internet of Thing (IoT) dan teknologi Industry 4.0.

Sedangkan di luar area itu, pemanfaatan frekuensi 3,5 GHz tetap untuk satelit. Lelang frekuensi 3,5 GHz sendiri baru akan terjadi tahun 2022.

2. Investasi yang Mahal

Untuk menghasilkan kecepatan lebih tinggi, teknologi 5G menggunakan frekuensi yang lebih pendek atau millimeter wave.

Namun, konsekuensi dari penggunaan millimeter wave adalah jangkauan yang lebih sempit.

Sebagai perbandingan, satu Base Transceiver Station (BTS) 3G/4G bisa mencakup area sekitar lima kilometer. Sedangkan satu BTS 5G hanya memiliki jangkauan 500 meter.

 Jadi, untuk mencakup area yang sama luas, teknologi 5G membutuhkan lebih banyak BTS dibanding 3G dan 4G.

Akibatnya, biaya investasi yang dikeluarkan operator pun semakin besar.

Mengingat saat ini operator Indonesia baru selesai investasi di 4G, secara bisnis agak sulit bagi mereka untuk investasi untuk mewujudkan 5G.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved