Pulau di Indonesia Ini Bikin Penjelajah Dunia Abad ke-16 Bingung

Peta tersebut menggambarkan wilayah Asia Tenggara lengkap dengan letak pulau-pulaunya.

Pulau di Indonesia Ini Bikin Penjelajah Dunia Abad ke-16 Bingung
Jodocus Hodius/Wikimedia Commons
Peta Asia Tenggara Insulae Indiae Orientalis karya kartografer Jodocus Hondius terbit 1606. Dalam peta ini Hondius membuat catatan berlabuhnya Francis Drake di Cilacap, menandai berakhirnya teka-teki rupa pesisir selatan Jawa, juga bentuk sesungguhnya pulau itu. 

Para kartografer ini memperhatikan kisah-kisah para petualang yang merintis penjelajahan ke dunia timur.

Salah Seorang petualang asal Venesia yang sohor dan kerap menjadi referensi para kartografer, Marco Polo menceritakan tentang perjalanannya ke Asia Tenggara pada abad ke-13.

Namun ternyata Marco Polo memberikan penggambaran yang absurd tentang Jawa.

Marco Polo mengatakan bahwa Pulau Jawa adalah pulau terbesar di dunia yang berdasarkan testimoni pelaut yang dianggap tahu banyak tentang hal itu.

Kemudian, para penjelajah Portugis yang mendatangi Nusantara sebelum kedatangan Belanda, punya pendapat sendiri tentang Jawa.

Berdasar kisah penghuni pulau tersebut mereka mendapatkan informasi, di tengah pulau terdapat gugusan gunung yang melintang dari barat ke timur.

Keadaan geografi itu telah menghentikan komunikasi antara kawasan pantai utara dan selatan, sehingga para pelaut Portugis mengurungkan niat untuk segera menjelajahi sisi selatan pesisir Jawa.

Dan pesisir selatan Jawa masih menjadi misteri hingga tahun 1580an.

Francis Drake, seorang pelaut dan politikus Inggris yang mengelilingi dunia pada 1577 sampai dengan 1580 dan kemudian berjejak di pesisir selatan Jawa.

Usai menjelajahi kepulauan Maluku dan melewati celah Timor, Drake dan para krunya menyusuri jalur selatan dan mendarat di suatu tempat di pesisir selatan Jawa yang diduga Cilacap.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved