Terpaksa Sahur dengan Nasi, Mi Instan dan Telur? Begini Pendapat 3 Ahli

Perlu diketahui, 100 gram sayur mengandung 2-3 gram serat, sementara 100 gram nasi mengandung 40 gram karbohidrat.

Terpaksa Sahur dengan Nasi, Mi Instan dan Telur? Begini Pendapat 3 Ahli
Plateresca
ilustrasi mi instan 

2. dr Samuel Oetoro, SpGK

Dokter Samuel juga mengungkapkan pendapat serupa, seperti dilansir dari artikel Kompas.com, 31 Mei 2017.

Dalam artikel tersebut, dia menyarankan agar sahur mengandung bahan-bahan sumber energi, protein, lemak dan serat.

Idealnya, sahur terdiri dari beras merah atau karbohidrat lain yang tinggi serat, ikan dan ayam yang tidak digoreng sebagai sumber protein dan lemak sehat, serta sayur dan buah yang tinggi air, karbohidrat kompleks dan serat.

Mengenai sahur dengan nasi, mi instan dan telur, ahli gizi tersebut dengat tegas melarangnya.

“Itu salah, enggak bisa begitu! Itu harus lengkap seperti yang saya bilang. Kalau dia makan nasi dengan mi instan, itu artinya karbohidrat dengan karbohidrat yang sama-sama sederhana dan diserapnya cepat. Dia juga akan cepat lapar,” ujarnya.

3. Dokter Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp. GK

Sementara itu, dr Juwalita yang merupakan Spesialis Gizi Klinis dari RS Pondok Indah – Pondok Indah punya pendapat yang sedikit lebih positif mengenai menu ini bila dimodifikasi dengan tambahan sayur.

Ketika diwawancarai usai paparannya yang bertajuk “Panduan Nutrisi selama Berpuasa pada Kondisi Khusus” di Jakarta, Senin (29/4/2019); dokter ini berkata bahwa sahur dengan nasi, mi instan diperbolehkan selama serat dan proteinnya mencukupi.

Serat dan protein ini didapatkan dengan menambahkan telur atau daging, dan sayur atau buah ke menu nasi dan mi instan.

Halaman
123
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved