Rencana Wiranto Bentuk Tim Kaji Ucapan Tokoh, Fahri Hamzah : Saya Sedih Lihat Mereka Gelagapan

Soal Rencana Wiranto Bentuk Tim Kaji Ucapan Tokoh, Fahri Hamzah : Saya Sedih Lihat Mereka Gelagapan

Rencana Wiranto Bentuk Tim Kaji Ucapan Tokoh, Fahri Hamzah : Saya Sedih Lihat Mereka Gelagapan
Kolase Tribunnews.com
Wiranto dan Fahri Hamzah 

Soal Rencana Wiranto Bentuk Tim Kaji Ucapan Tokoh, Fahri Hamzah : Saya Sedih Ngelihat Mereka Gelagapan

POSBELITUNG.CO -- Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah tampaknya gusar dengan rencana Wiranto untuk membentuk tim hukum nasional untuk mengkaji ucapan para tokoh.

Pernyataan Menko Polhukam Wiranto memang sempat menjadi perhatian khalayak beberapa waktu lalu.

Karenanya, Fahri Hamzah pun merasa perlu meluruskan persoalan yang menurutnya sedang salah dipahami oleh pemerintah termasuk sosok Wiranto.

Pernyataan Fahri Hamzah itu ia ungkapkan usai heboh soal rencana pembentukan tim hukum nasional untuk mengkaji ucapan tokoh yang dibentuk Wiranto.

"Kita membentuk Tim Hukum Nasional yang akan mengkaji ucapan, tindakan, pemikiran dari tokoh-tokoh tertentu, siapapun dia yang nyata-nyata melanggar dan melawan hukum," ujar Wiranto dikutip TribunJakarta.com dari Kompas TV, pada Selasa (7/5/2019).

Wiranto menjelaskan tak akan membiarkan pihak yang mencaci ataupun medelegitimasi presiden yang masih secara sah menjabat hingga Oktober 2019 nanti.

Presiden yang dimaksud Wiranto itu tak lain adalah Jokowi.

"Tidak bisa dibiarkan rongrongan terhadap negara yang sedang sah, bahkan cercaan, makian, terhadap presiden yang masih sah sampai nanti bulan Oktober tahun ini masih menjadi Presiden. Itu sudah ada hukumnya, ada sanksinya," ujar Wiranto.

Fahri Hamzah tanggapi pernyataan Wiranto soal membentuk tim pengkaji ucapan tokoh (Youtube channel CNN Indonesia)
Fahri Hamzah tanggapi pernyataan Wiranto soal membentuk tim pengkaji ucapan tokoh (Youtube channel CNN Indonesia) ()

Mengetahui rencana tersebut, Fahri Hamzah selaku wakil rakyat di tingkat legislatif pun menyebut bahwa pemerintah saat ini tidak memahami konsep besar perihal negara demokrasi.

Halaman
1234
Editor: asmadi
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved