Breaking News:

Dapat Predikat Termiskin kedua di Amerika, Negeri ini Bakal Jadi Negara Terkaya di Dunia

"Sebagian besar warga amat sensitif soal ini. Sebab, lebih banyak dampak negatifnya ketimbang keuntungannya bagi Guyana," ujar Colin.

Shutterstock
Pengeboran minyak. 

Namun, mempersiapkan generasi muda Guyana menghadapi industri baru penuh uang ini bukan hal yang mudah.

"Sayangnya, saat ini kami belum memiliki laboratorium teknik perminyakan," kata Elena Trim, dekan fakultas teknik.

"Standar gaji di negeri ini tak terlalu tinggi. Jadi banyak yang melamar kerja di Universitas Guyana dan saat mengetahui besaran gaji, mereka mundur," Elena sambil tertawa.

Tak hanya itu, Elena menambahkan, di tahap awal industri minyak Guyana sudah mengambil para lulusan fakultas teknik dari jurusan lain untuk dipekerjakan. "

Dua tahun lalu 10 lulusan diberi pekerjaan. Tahun lalu, perusahaan yang sama meminta 20 orang," kata Elena. Ironisme lain dari "oil boom" ini terlihat di Sophia, salah satu permukiman termiskin di Georgetown, ibu kota Guyana.

Sebagian warga tinggal di rumah ala kadarnya buatan sendiri dan belum lama bisa menikmati listrik serta air bersih.

"Sejujurnya, penduduk komunitas ini hampir mencapai 10 persen warga kota. Namun, tak sampai 10 persen sumber daya kota sampai di sini," kata Colin Marks, tokoh masyarakat setempat.

Keterangan Colin ini menunjukkan betapa skeptisnya warga Guyana terhadap keuntungan dari industri minyak.

"Sebagian besar warga amat sensitif soal ini. Sebab, lebih banyak dampak negatifnya ketimbang keuntungannya bagi Guyana," ujar Colin.

"Dan ini sudah terjadi di level politik. Kita semua mendengar apa yang terjadi di Guinea, Nigeria, atau tetangga kami, Venezuela. Jadi masyarakat amat sensitif," kata dia.

"Di masyarakat akar rumput, rakyat hanya ingin tahu jika minyak menghasilkan uang, rakyat ingin mendapat bagian. Kami ingin menikmati keuntungan dari minyak," Colin menegaskan. (Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Temukan Minyak, Negeri Ini Bakal Menjadi yang Terkaya di Dunia", 

Editor: Zulkodri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved