LPPOM MUI Babel Serahkan Sertifikat Halal untuk Dua Usaha Kuliner Belitung

Dalam waktu tiga pekan sudah selesai dilakukan karena pihak restoran cepat memperbaiki hal-hal

LPPOM MUI Babel Serahkan Sertifikat Halal untuk Dua Usaha Kuliner Belitung
IST/Dokumentasi LPPOM MUI Babel
Penyerahan sertifikat halal dari Direktur LPPOM MUI Bangka Belitung Nardi Pratomo kepada pemilik Happy Resto, Kamis (16/5/2019). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Bangka Belitung menyerahkan sertifikat halal pada Happy Resto dan Belitung Bakery, Kamis (16/5/2019).

Penyerahan sertifikat halal disampaikan langsung oleh Ketua LPPOM Babel Nardi Pratomo dan Ketua Perwakilan LPPOM MUI Belitung Istanty.

Dijelaskan Istanty, proses kepengurusan sertifikat halal yang dilakukan rumah makan dan bakery tersebut memang cukup cepat.

Dalam waktu tiga pekan sudah selesai dilakukan karena pihak restoran cepat memperbaiki hal-hal yang terdapat pada audit memo.

"Alhamdulillah karena mereka juga sudah sempat ikut pelatihan mengenai sistem jaminan halal, sehingga pemilik pun segera mengurus sertifikasi halal," ujarnya saat ditemui posbelitung.co, Jumat (17/5/2019).

Ada cukup banyak item yang diaudit di restoran dan rumah makan tersebut. Bahkan buat roti saja, ada sekitar 140 item yang diaudit. 

Selain itu, kata dia, LPPOM MUI pun sempat memberikan pelatihan customer excellent kepada pegawai restoran agar memahami mengenai halal serta sistem jaminan halal.

Dengan begitu, akan membuat para pegawai memiliki pengetahuan yang bisa disampaikan kepada pelanggan.

Di samping penyerahan sertifikat halal, di momen Ramadan ini, LPPOM MUI Bangka Belitung juga sensor melakukan sidak ke pelaku usaha yang memiliki sertifikat halal.

Ini dilakukan untuk memantau apakah pelaku usaha masih mengikuti sistem jaminan halal seperti yang menjadi bagian komitmen dalam sertifikasi halal. Menurut Istanty, ada delapan rumah makan yang sempat didatangi pihaknya.

"Hasilnya aman mereka masih mengikuti sistem jaminan halal, artinya menu yang sudah periksa sebelumnya saat audit tidak ada menu yang di luar itu. Bahkan secara bahan pun masih tetap sesuai ketentuan," imbuhnya.

Ia menjelaskan, kondisi di Belitung saat ini memang masih cukup aman karena saat pelatihan halal pun para pelaku usaha selalu diwanti-wanti agar terus menjalankan sistem jaminan halal.

Selain itu pihaknya pun tak segan menerapkan sanksi tegas bagi pelaku usaha yang sudah melanggar komitmen. (Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: tidakada016
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved