Lalu Muhammad Zohri Termotivasi Hadapi Lawan Tangguh di Kualifikasi Olimpiade

Tigor menegaskan bahwa kemampuan itu tidak lepas dari kemauan Zohri yang kuat serta sikap disiplin berlatih.

Lalu Muhammad Zohri Termotivasi Hadapi Lawan Tangguh di Kualifikasi Olimpiade
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ekspresi pelari Indonesia Lalu Muhammad Zohri usai tampil pada babak final Lari 100 meter Putra Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Minggu (26/8/2018). Zohri gagal meraih medali dan hanya mampu finish di posisi ketujuh dengan catatan waktu 10,20 detik. 

Hadapi Lawan Tangguh di Kualifikasi Olimpiade, Zohri Lebih Termotivasi

POSBELITUNG.CO - Berhadapan dengan lawan-lawan yang lebih diunggulkan membuat sprinter muda Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, lebih termotivasi untuk meraih tiket ke Olimpiade Tokyo 2020.

Zohri berhasil lolos kualifikasi Olimpiade 2020 setelah menembus limit waktu nomor 100 meter putra, yakni 10,05 detik.

Pelari berusia 18 tahun itu mencatatkan waktu 10,03 detik pada Golden Grand Prix Osaka 2019 di Osaka, Jepang, akhir pekan lalu.

Berkat catatan waktu itu, Zohri berhak meraih medali perunggu dan sekaligus tiket ke Olimpiade 2020. Zohri mempertajam catatan waktunya setelah sebelumnya hanya mampu menorehkan 10,13 detik pada April lalu.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Tigor Tanjun pun menyatakan bahwa Zohri tampil jauh lebih baik di Osaka.

Menurut dia, Zohri adalah pelari dengan karakter unik. Zohri justru menjadi lebih tertantang jika menghadapi lawan yang lebih tangguh dan diunggulkan. "Di Osaka, saya merasa, siapa tahu berhadapan dengan pelari-pelari yang lebih unggul dia bisa bersaing. Ternyata memang benar," ucap Tigor yang dilansir BolaSport.com dari Kompas.id.

Lalu Muhammad Zohri menjalani babak final nomor 100 meter Golden Grand Prix Osaka 2019 dengan berlari di lintasan paling luar. Artinya, Zohri berada dalam posisi tidak diunggulkan. Namun, dia mampu membuat kejutan.

Zohri melesat dan hanya kalah cepat dari peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 sekaligus juara dunia bertahan dari Amerika Serikat, Justin Gatlin, dan juara Asia asal Jepang, Yoshihide Kiryu.

Sprinter asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, itu hanya terpaut 0,03 detik dari Gatlin dan 0,01 detik dari Kiryu.

Tigor menegaskan bahwa kemampuan itu tidak lepas dari kemauan Zohri yang kuat serta sikap disiplin berlatih.

Sebelumnya, pada Kejuaraan Asia Atletik 2019 di Doha, Qatar, April lalu, Zohri meraih medali perak.

Padahal, saat itu dia tidak ditargetkan masuk peringkat ketiga besar. Keberhasilan Zohri tersebut sekaligus memecahkan rekor nasional lari 100 meter milik Suryo Agung Wibowo, yakni 10,17 detik, yang bertahan sejak tahun 2007.

Selanjutnya, Lalu Muhammad Zohri akan mengikuti Asian Grand Prix 2019 di Chongqing, China, pada 4-7 Juni, dan Kejuaraan Dunia Atletik 2019 di Doha, Qatar, pada 27 September-6 Oktober. (Diya Farida Purnawangsuni)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hadapi Lawan Tangguh di Kualifikasi Olimpiade, Zohri Lebih Termotivasi",

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved