Desa Pulau Seliu Punya Rumah Tradisional yang Berumur 150 sampai 200 Tahun

Jadi kami akan bangun pintu masuk akan dipercantik sehingga pengunjung lebih tertarik lagi datang

Desa Pulau Seliu Punya Rumah Tradisional yang Berumur 150 sampai 200 Tahun
Posbelitung/Yuranda
Salah Satu Rumah Tradisional Desa Pulau Seliu, Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung yang sudah di renovasi namun struktur rumah tidak berubah, Rabu (22/05/2019) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG--Kepala Desa Pulau Seliu, Edyar akan membuat desanya,  salah satu desa Pariwisata dengan menonjolkan dari sisi wisata bahari (pantai) dan wisata budaya, untuk mewujudkan hal itu,  ia menggunakan, dana Alokasi Dana Desa (ADD).

Ia melanjutkan, dana yang didigunakan alokasi dana desa (ADD) yang saat ini, kurang lebih 1 Miliyar, dengan dana tersebut desa akan banyak menciptakan atau membangun sarana wisata. 

Edyar menjelaskan, saat ini desa masih mengemas akses pintu masuk ke Desa Pulau Seliu, karena banyak pengunjung baik tamu pemerintah maupun turis, sangat mengeluhkan, dengan aeral yang terlihat kumuh dan bau. 

"Jadi kami akan bangun pintu masuk akan dipercantik sehingga pengunjung lebih tertarik lagi datang ke Pulau Ini, " Katanya. 

Edyar mengungkapkan, pulau Seliu ini sangat berpotensi sebagai destinasi wisata dengan pantai yang indah serta wisata budayanya masih alami terlihar dari banguna bekas peninggalan orang yang terdahulu seperti, rumah tradisional, umur rumah tersebut kurang lebih berumur 150 sampai 200 tahun.

"Ada 29 rumah yang berumur tua, masing-masing berumur kurang lebih 150 sampai 200 tahun, " Katanya 

Saat ini pihak desa Seliu sudah mengupayakan dan belum lama ini sudah mengirim surat ke pemerintah propinsi Kepulauan Bangka Belitung, untuk mengajukan permohonan merenovasi atau memperbaiki rumah tersebut. 

"Surat kami disambut baik oleh biro perekonomian babel, untuk melihat dan mengaji ulang, permohonan kami itu, " ungkapnya 

Upayanya kedepan, menggerakkan para investor yang sudah memiliki lahan di pulau seliu ini untuk segera membangun tempat seperti resort atau penginapan di lahan yang telah di miliki mereka, lahan yang banyak di beli sekitaran Pantai Tanjung Marang Buluh.

"Ada empat Grup yang pertama komunitas Moyang dari Jakarta, Grup trenggono cuan rapoa, kemudian Hotman Panaraja Panjaitan, dan Harun Danu Agus Parmonoto mereka juga sudan inves kesini," jelasnya

Saat ini ia sedang melakukan komunikasi kepada mereka (investor), agar segera membangun pembangunan, kemungkinan mereka akan membangun resort atau penginapan pada tahun depan atau 2020, mulai bergerak untuk melakukan pembangunan.

Untuk lahan yang di jual kepada investor itu, lahan milik pribadi masyarakat sedangkan desa hanya memfaslitasi untuk transaksi jual beli.

Dari desa sendiri, sudah mengarahkan atau menyarankan suoaya tanah atau lahan itu di sewa. namun pemilik lahan ingin menjual kemungkinan mereka pengin dapat duit dengan cepat, sekaligus mereka butuh untuk modal usaha.

"Mereka kepengen seperti itu kita turuti saja lah, lahan juga milik mereka, " pungkasnya. (Posbelitung/Yuranda)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: tidakada016
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved