Berita Belitung

Jelang Hari Raya Idulfitri, Pedagang Kue Kering Musiman Mulai Membuka Lapak di Manggar

Jelang hari raya idulfitri 1440 H, para pedagang kue dadakan kering mulai bermunculan di beberapa tempat wilayah Kecamatan Manggar

Jelang Hari Raya Idulfitri, Pedagang Kue Kering Musiman Mulai Membuka Lapak di Manggar
Pos Belitung/Suharli
Lapak jajanan kue kering milik Safitri di jalan Jendral Sudirman, Manggar, Belitung Timur. Kamis, (23/5/2019) 

POSBELITUNG.CO - Jelang hari raya idulfitri 1440 H, para pedagang kue dadakan kering mulai bermunculan di beberapa tempat wilayah Kecamatan Manggar, Belitung Timur.

Satu diantaranya Safitri (23) warga Tanjungpandan yang memilih untuk berjualan kue kering di jalan Jendral Soedirman tepatnya disebelah Apotek Rebencal.

Wanita yang berprofesi sebagai guru honorer di Tanjungpandan tersebut mengaku jualan kue kering jelang lebaran sudah digelutinya lima tahun belakangan ini. Menurutnya ide awal berjualan kue kering karena sering ikut orang tuanya berdagang keliling

"Untuk usaha sampingan sih, kalau buka jualan tahun ini baru sekitar tiga hari sekalian ikut bapak kan jualan buah juga bawa dari Tanjungpandan," ujar Safitri kepada posbelitung.co , Kamis (23/5/2019).

Safitri mengatakan untuk barang dagangannya dia ambil lebih dahulu kalau dagangan sudah laku baru dibayarnya. Adapun barang dagangannya berupa kue khas Belitung seperti Rintak, Sempret, kue satu, dan jajan kue kering lainnya selain itu kacang-kacangan, dodol dan kerupuk juga menghiasi lapaknya.

Untuk harga yang ditawarkannya pun bervariasi mulai dari yang termurah Rp 15 ribu sampai dengan Rp 100 ribu.

"Paling laris biasanya H-3 lebaran, kadang stok saja sampai kurang," ujar Saftri.

Safitri juga menuturkan lebih memilih berjualan di Manggar karena di Tanjungpandan sendiri sudah banyak saingan.

"Kalau warga sini paling suka jenis kacang-kacangan, tapi jenis kue khas sini kayak rintak banyak juga peminatnya," ujar Safitri.

Orang tua Safitri, Ramli (51) mengaku bulan ramadan ini juga menjadi berkah baginya. Di hari biasa dia berjualan buah di pasar Tanjungpandan, namun khusus di bulan puasa dia memilih untuk lebih berjualan di Manggar bersama anaknya.

"Kalau harga cemilan kami berani bersaing, bahkan sama dengan harga di Tanjungpandan, dari pada jauh-jauh ke Tanjungpadan soalnya kami pakai transportasi mobil sendiri jadi harga bisa bersaing," ujar Ramli.

(Pos Belitung/Suharli)

Penulis: Suharli
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved