Pengen Berhenti Merokok, Jadikan Ramadan Titik Awalnya

Mengisap rokok meski dalam waktu yang sangat singkat bisa mengobati rasa mengidam itu.

Pengen Berhenti Merokok, Jadikan Ramadan Titik Awalnya
Thinkstockphotos
Ilustrasi 

Merokok adalah sesuatu yang bisa dengan mudah menimbulkan candu meskipun bahayanya sudah sering diingatkan.

Adiksi rokok seringkali dikaitkan dengan candu yang ditimbulkan karena konsumsi rokok lebih dari satu dalam sehari, namun lebih daripada itu, bahkan merokok sebatang pun bisa dikategorikan candu jika kamu tidak bisa melakukan apapun tanpanya.

Penarikan nikotin selama Ramadhan

Nikotin adalah kandungan dalam rokok yang memicu kecanduan. Para perokok yang berhenti selama Bulan Ramadhan mungkin merasakan gejala penarikan selama tiga hingga lima hari tanpa berhenti.

Ilustrasi berhenti merokok
Ilustrasi berhenti merokok (MarcBruxelle)

Termasuk gejala mudah terganggu, mudah marah dan sulit konsentrasi. Mereka juga mungkin mengidam sangat parah dan langsung menyasar rokok ketika waktu berbuka puasa tiba.

Mengisap rokok meski dalam waktu yang sangat singkat bisa mengobati rasa mengidam itu.

Dorongan untuk makan terlalu banyak karbohidrat untuk menghindari rokok adalah efek samping lainnya. Dorongan ini pada akhirnya membuat berat badan seseorang melonjak.

Di samping gejala penarikan fisik yang mungkin berlangsung selama beberapa hari, aspek psikologis dari keinginan merokok bisa bertahan lebih lama dan menimbulkan rasa sakit bagi sebagian orang.

Ada mitos bahwa shisha tradisional adalah opsi yang lebih baik untuk berhenti merokok nikotin.

Beberapa orang mengisap shisha selama berjam-jam setelah waktu berbuka tiba sambil bersosialisasi dengan kerabat. Pahamilah bahwa shisha bisa lebih berbahaya dari rokok biasa.

Halaman
123
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved