Breaking News:

Sopir Uber Ini Ternyata adalah Penjahat Perang Somalia

Namun ketika diketahui dia masih bernapas, tentara itu segera mengembalikannya kepada keluarganya.

Editor: Zulkodri
CBC via BBC
Yusuf Abdi Ali. Mantan Kolonel Somalia yang didakwa sebagai penjahat perang. 

Dalam pengadilan di Alexandria, Ali mengakui bahwa dia merupakan seorang Kolonel Somalia.

Namun, dia membantah sudah melakukan penyiksaan terhadap Warfaa. Pengacaranya Joseph Peter Drennan mengemukakan Warfaa termotivasi oleh pembalasan dendam kliennya.

Namun keterangan Drennan dan Ali tak cukup meyakinkan juri. Ali diputuskan bersalah pada sidang Selasa (21/5/2019).

Dia diperintahkan membayar ganti rugi sebesar 500.000 dollar AS, sekitar Rp 7,2 miliar, kepada Warfaa.

"Saya sangat, sangat puas dengan hasilnya," kata Warfaa yang dibantu seorang penerjemah seusai sidang. Kuasa hukumnya menyatakan Warfaa sudah menunggu 31 tahun untuk momen ini.

Jati diri Ali terungkap pada 1992 melalui tayangan dokumenter yang dibuat CBC. Saat tayangan itu muncul, dia bekerja sebagai penjaga keamanan di Toronto.

Pasca-tayangan itu, pemerintah Kanada langsung mengusir Ali karena "pelanggaran kemanusiaan serius".

Setelah itu, AS juga memproses deportasi. Namun, dia kembali ke AS pada 1996. Tidak jelas bagaimana dia bisa masuk kembali. Kementerian Keamanan Dalam Negeri memilih untuk tidak berkomentar.

Mei ini, seorang jurnalis CNN yang menyamar menaiki mobil yang dikemudikan Ali. Hingga bulan ini, dia bekerja sebagai sopir Uber dengan rating 4,89. Saat ditanyakan apakah prosedurnya rumit, Ali menjawab tidak terlalu.

"Mereka hanya membutuhkan pemeriksaan latar belakang Anda saja. Semudah itu," katanya.

Dia sempat menjadi mitra Uber selama 18 bulan sebelum pengadilan menetapkannya bersalah.

Uber melalui juru bicaranya mengatakan mereka sudah memblokir Ali selamanya. (Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sopir Uber Ini Ternyata adalah Penjahat Perang Somalia",

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved