Dari Desa Tertinggal, Kini Umbul Ponggok Menjelma Jadi Terkaya Raup Pendapatan Rp 14 M Setahun

Cerita di Balik Kesuksesan Umbul Ponggok di Kabupaten Klaten Raup Rp 14 M Setahun

Dari Desa Tertinggal, Kini Umbul Ponggok Menjelma Jadi Terkaya Raup Pendapatan Rp 14 M Setahun
(KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO)
Pengunjung Umbul Ponggok di Desa Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menyewa jasa warga setempat yang berprofesi sebagai fotografer bawah air, Minggu (14/8/2016). 

POSBELITUNG.CO-- Desa Umbul Ponggok pernah masuk dalam daftar Inpres Desa Tertinggal pada 2001, namun kini Ponggok menjadi desa dengan pemasukan Rp 14 Miliar setahun dan menjadi desa wisata terbaik di Indonesia kategori pemberdayaan masyarakat pada 2017.

Kini siapa yang tidak kenal Umbul Ponggok? tempat wisata air yang ada di Kabupaten Klaten ini cukup terkenal di berbagai kalangan masyarakat.

Umbul Ponggok merupakan kolam alami yang sudah ada sejak zaman Belanda dan memiliki ukuran 50 x 25 meter dengan kedalaman kolam mencapai 1,5 hingga 2,6 meter.

Umbul Ponggok di Klaten
Umbul Ponggok di Klaten (portalwisata.com)
Tentu keberhasilan Ponggok ini tidak terlepas dari pengelolaan yang dilakukan BUMDes Tirta Mandiri Ponggok selaku pengelola objek wisata Umbul Ponggok.

Siapa sangka umbul yang dulunya hanya dipergunakan untuk kepentingan sehari-hari masyarakat seperti mandi dan cuci, kini berubah menjadi tempat wisata yang cukup menarik banyak wisatawan berkunjung.

Hal ini diungkapkan oleh Joko Winarno selaku Direktur BUMDes Tirta Mandiri Ponggok dalam Diskusi Ngobrol Mewah (Mepet Sawah) dengan tema 'Menggali Harta Karun Wisata Solo dan Sekitarnya'  yang digelar di Gedung Tribunnews Solo, Kamis (23/5/2019).

Joko Winarno (Direktur BUMDes Tirta Mandiri Ponggok), Muhammad Thoric (owner @kulinerdisolo dan @solo.ngangeni), Gerry Prayudi (owner @surakartakita) an Daryono (Wakil Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Asita) Jawa Tengah) di dalam acara Diskusi Mewah (Mepet Sawah) yang digelar di gedung Tribunnews Solo, Kamis (23/5/2019).
Joko Winarno (Direktur BUMDes Tirta Mandiri Ponggok), Muhammad Thoric (owner @kulinerdisolo dan @solo.ngangeni), Gerry Prayudi (owner @surakartakita) an Daryono (Wakil Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Asita) Jawa Tengah) di dalam acara Diskusi Ngobrol Mewah (Mepet Sawah) yang digelar di Gedung Tribunnews Solo, Kamis (23/5/2019). (TRIBUNTRAVEL/ RATNA WIDYAWATI)

"Umbul Ponggok yang tadinya hanya untuk mandi, cuci, seperti kehidupan di kampung pada umumnya. Karena dulu kita dulu ramainya event setahun sekali." kata Joko.

Kawasan Umbul Ponggok dulunya memang hanya ramai ketika menjelang puasa tiba, yaitu banyak masyarakat yang menjadikan Umbul Ponggok sebagai tempat untuk ritual membersihkan diri sebelum bulan puasa tiba.

"Dulu ramainya waktu event menjelang puasa yaitu Padusan." imbuh Joko.

Tentunya, Umbul Ponggok yang kita lihat sekarang ini sangat berbeda dengan beberapa tahun yang lalu.

Ini semua berkat inovasi dan kreativitas yang dilakukan bersama oleh perangkat desa, Pengelola BUMDes dan masyarakat sekitar Umbul Ponggok dengan cara menciptakan wisata kekinian yang instagramable.

Halaman
123
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved