Banyak ASN di Sumenep Tidak Betah di Kantor sehingga Bolos Gara-gara Dikejar Utang

Titik berharap, dengan diterapkannya presensi online alias elektronik, tingkat kedisiplinan ASN bisa ditekan meski secara kinerja masih ada yang abai.

Banyak ASN di Sumenep Tidak Betah di Kantor sehingga Bolos Gara-gara Dikejar Utang
KOMPAS/AGUSTINUS HANDOKO
Ilustrasi Aparatur Sipil Negara 

Dikejar Utang, Banyak ASN di Sumenep Tidak Betah di Kantor sehingga Bolos

POSBELITUNG.CO, SUMENEP — Inspektur Inspektorat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, jawa Timur, Titik Suryati menyebut, sampai saat ini masih ada ASN yang tidak betah di tempat kerjanya.

Salah satu penyebabnya, ASN tersebut terlibat masalah utang. Akibatnya, sering kali ASN itu melalaikan tugas yang diembannya.

Padahal, Pemkab Sumenep telah menerapkan presensi online sejak beberapa tahun lalu.

“Waktu masih ada di Inspektorat, saya mengetahui rata-rata ada sebagian PNS yang dikejar-kejar utang sehingga tidak betah di kantornya,” kata Titik Suryati seperti dilansir dari Tribunmadura.com, Sabtu (25/5/2019).

Titik Suryati mengatakan, ada ASN yang bolos kerja karena sakit, tetapi tidak menyampaikan cuti sakit.

“Ada ASN yang sakit, tapi tidak mengajukan cuti sehingga tetap itu terhitung tidak masuk kerja,” papar dia.

Sayangnya, pihaknya tidak merinci secara detail mengenai jumlah dan tempat PNS bertugas yang masih kerap melanggar, seperti sering absen alias bolos kerja.

“Di antaranya ada yang kepulauan dan yang daratan kemarin juga ada. Saya tidak hafal datanya. Kami berharap agar mereka tidak menyia-nyiakan agar bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab,” kata dia.

Titik berharap, dengan diterapkannya presensi online alias elektronik, tingkat kedisiplinan ASN bisa ditekan meski secara kinerja masih ada yang abai.

“Kalau bicara kedisiplinan sejak adanya presensi online, alhamdulillah sudah lebih baik," kata dia. (Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dikejar Utang, Banyak ASN di Sumenep Tidak Betah di Kantor sehingga Bolos",

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved