Breaking News:

Cara Kerja dan Keamanan Menggunakan VPN

Sekitar seperempat pemakai internet menggunakan sebuah “virtual private network” (jaringan privat virtual), yakni susunan software

Prykhodov/Getty Images/iStockphoto
Ilustrasi penggunaan VPN. 

Penelitian kami mengungkapkan bahwa amat sulit bagi pelanggan VPN untuk mendapatkan informasi yang jernih.

Sebabnya, banyak perusahaan VPN sengaja membayar pihak ketiga untuk membuat ulasan di website atau blog untuk mempromosikan layanan mereka dengan menulis ulasan positif dan memberi peringkat tinggi di survei-survei.

Ulasan berbayar semacam ini sama saja dengan iklan bagi calon pelanggan, ketimbang ulasan jernih dan independen. Dari 26 ulasan website yang kami telaah; ada 24 yang dibayar untuk ulasan positifnya.

Bentuknya kerap berupa website yang membuat daftar ratusan perusahaan VPN. Lebih dari 90 persen perusahaan itu diberi empat (dari lima) bintang atau lebih. Ini tidak ilegal, tapi melencengkan evaluasi yang semestinya independen.

Praktik ini juga membuat persaingan makin sulit bagi perusahaan VPN yang masih baru dan masih kecil, yang mungkin saja punya layanan lebih baik tapi budget promosi mereka lebih rendah.

Ketidakjelasan soal privasi data

Kami juga menemukan bahwa perusahaan VPN tidak selalu berbuat banyak untuk melindungi data pengguna (tak seperti iklan mereka).

Dari 200 perusahaan yang kami teliti, 50 bahkan tidak menayangkan kebijakan privasi sama sekali—padahalhukum mewajibkan hal ini.

Sementara itu, perusahaan yang menayangkan kebijakan privasi memiliki deskripsi yang berbeda-beda mengenai penanganan data pelanggan.

Ada yang kebijakannya hanya berisi 75 kata, sangat jauh dari dokumen legal berlembar-lembar yang menjadi standar di perbankan dan situs media sosial.

Halaman
1234
Editor: Fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved