Breaking News:

Cara Kerja dan Keamanan Menggunakan VPN

Sekitar seperempat pemakai internet menggunakan sebuah “virtual private network” (jaringan privat virtual), yakni susunan software

Prykhodov/Getty Images/iStockphoto
Ilustrasi penggunaan VPN. 

Ada pula pengguna yang melakukan ini untuk menghindari penyensoran atau peraturan pemerintah terkait kegiatan internet.

Tapi yang kami temukan adalah, klaim-klaim terkait lokasi seolah-olah dari negara lain itu tidak selalu benar. Kami awalnya curiga ketika melihat ada VPN yang mengklaim dapat membuat pengguna seolah-olah tersambung dari Iran, Korea Utara and kepulauan seperti Barbados, Bermuda dan Cape Verde. Ini adalah tempat-tempat yang sangat sulit mendapatkan akses internet, bahkan mustahil bagi perusahaan asing.

 Ketika kami telusuri, kami menemukan bahwa beberap VPN yang mengklaim memiliki koneksi luas dan banyak sebenarnya hanya memiliki beberapa gabungan server di beberapa negara.

Studi kami menemukan, mereka memanipulasi rekaman jalur internet sehingga seolah-olah mereka menyediakan layanan di lokasi lain. Kami menemukan setidak-tidaknya enam layanan VPN yang mengklaim melewatkan lalu-lintas melalui satu negara tetapi sesungguhnya malah melalui negara lain.

Tergantung pada aktivitas pengguna dan hukum di negara itu, hal seperti ini bisa jadi ilegal atau bahkan mengancam nyawa—tapi yang jelas ini sudah mengecoh/mengelabui pengguna.

Panduan bagi pengguna VPN

Pelanggan yang mengerti teknologi dan berminat menggunakan VPN mungkin sebaiknya menyusun server sendiri, entah dengan layanan “cloud computing” atau koneksi internet di rumah.

Mereka yang tidak terlalu mengerti teknologi mungkin sebaiknya menggunakan browser Tor, sebuah jaringan komputer yang tersambung ke internet yang membantu mengawal privasi pengguna.

Metode-metode di atas tergolong sulit dan mungkin saja lambat. Ketika memilih layanan VPN komersial, ini saran kami yang didasarkan oleh riset: bacalah kebijakan privasi di website secara saksama, dan cobalah berlangganan dalam periode singkat terlebih dahulu, mungkin bulanan, ketimbang tahunan. Jadi Anda mudah berpindah ketika menemukan layanan yang lebih baik lagi.

(Penulis: Mohammad Taha Khan, Ph.D. Candidate in Computer Science, University of Illinois at Chicago dan Narseo Vallina-Rodriguez, Research Assistant Professor, IMDEA Networks Institute, Madrid, Spain; Research Scientist, Networking and Security, International Computer Science Institute based at, University of California, Berkeley)

Berita ini telah terbit di Nationalgeographic.co.id berjudul Ramai-ramai Pakai VPN, Bagaimana Cara Kerja dan Keamanannya?

Editor: Fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved