Amalan Malam Lailatul Qadar untuk Perempuan yang Sedang Haid

Inilah cara mendapatkan malam Lailatul Qadar bagi wanita yang sedang haid atau berhalangan.

Amalan Malam Lailatul Qadar untuk Perempuan yang Sedang Haid
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi tanda-tanda Lailatul Qadar 

Namun bagi orang-orang yang tidak mampu beritikaf, sepertiwanita yang sedang haid, terdapat banyak alternatif amalan yang tidak kalah keutamaannya dari Itikaf.

Dikutip TribunStyle.com dari arrahmah.com, berikut berbagai amalan yang dianjurkan bagi yang tidak bisa beritikaf di masjid :

1. Menyediakan makanan berbuka dan sahur

Menyediakan makanan berbuka dan sahur untuk orang yang beritikaf menjadi amalan yang hebat.

Menyediakan makanan berbuka atau makanan sahur untuk orang yang melakukan shaum dan Itikaf, niscaya kita akan mendapatkan pahala yang sama dengan pahala shaum dan Itikafnya.

Berdasar hadits shahih,

عن زيد بن خالد الجُهَنِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عن النبي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : (( مَنْ فَطَّرَ صَائِماً ، كَانَ لَهُ مِثْلُ أجْرِهِ ، غَيْرَأنَّهُ لاَ يُنْقَصُ مِنْ أجْرِ الصَّائِمِ شَيْءٌ ))

Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani RA dari Nabi SAW bersabda,“Barangsiapa memberi makanan berbuka kepada orang yang melakukan shaum, maka baginya seperti pahala orang yang shaum, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang shaum.”(HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, Ahmad, dan Ibnu Hibban. At-Tirmidzi berkata: Hadits ini hasan shahih)

2. Memenuhi kebutuhan sesama muslim

Memenuhi kebutuhan sesama muslim yang mengalami kesulitan juga menjadi amalan yang dianjurkan.

Banyak saudara kita, umat Islam, yang lemah dan miskin.

Mereka kekurangan makanan, kehilangan tempat tinggal atau pekerjaan, sakit keras namun tidak mampu berobat, dan mengalami kesusahan lainnya.

Menolong mereka dengan memenuhi kebutuhan mereka adalah amal kebajikan yang pahalanya begitu besar.

Pahalanya bahkan lebih utama dari Itikaf selama sebulan penuh.

3. Memanggul senjata dalam ibadah ribath

Memanggul senjata dalam ibadah ribath yakni berjaga-jaga di daerah perbatasan kaum muslimin dengan daerah musuh, untuk menjaga keamanan kaum muslimin dari serangan musuh-musuh Islam.

Berbahagialah kaum muslimin yang berjihad di Afghanistan, Pakistan, Kashmir, Chechnya, Dagestan, Irak, Palestina, Yaman, Somalia, Tajikistan, dan tempat-tempat lainnya.

Kaum muslimin yang lain merasakan ketenangan suasana tarawih, witir, tadarus Al Quran, dan Itikaf.

Pada saat yang sama, mujahidin harus senantiasa memeluk erat senjatanya dan berjaga setiap saat.

Mereka melalui waktu mereka dalam ribath dan jihad demi menegakkan syariat Allah dan membela kaum muslimin dari tentara Yahudi, Nashrani, musyrikin, dan murtadin.

Allah Yang Maha Pemurah menilai setiap malam yang mereka lalui dalam ribath dan jihad tersebut sebagai malam yang lebih baik dariLailatul Qadar.

Sebagaimana dijelaskan dalam hadits,

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِلَيْلَةٍ أَفْضَلَ مِنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ؟ حَارِسٌ حَرَسَ فِي أَرْضِ خَوْفٍ ، لَعَلَّهُ أَنْ لَا يَرْجِعَ إِلَى أَهْلِهِ .

Dari Ibnu Umar RA bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Maukah aku beritahukan kepada kalian satu malam yang lebih utama dari lailatul qadar? Itulah (malam yang dilalui oleh) seorang (mujahid) yang berjaga di daerah (perbatasan dengan daerah musuh) yang ditakuti. Boleh jadi, dengan berjaga itu ia tidak bisa kembali kepada keluarganya lagi.” (HR. Ibnu Abi Syaibah no. 18962, An-Nasai dalam As-Sunan Al-Kubra no. 7637, Al-Hakim no. 2382, dan Al-Baihaqi no.16918. Dinyatakan shahih oleh Al-Hakim dan Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 2811) (Listusista)

Berita ini telah terbit di TRIBUNSTYLE.COM berjudul Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar untuk Wanita yang Sedang Haid, Lakukan Amalan Ini

Editor: fitriadi
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved