Korban Sampan Tenggelam Menyeberang dari Luar Dermaga Tanjung Kelayang

Pemkab Belitung menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya bapak

Korban Sampan Tenggelam Menyeberang dari Luar Dermaga Tanjung Kelayang
posbelitung.co/dede s
Anggota Satpol Air Polres Belitung mengamankan sampan yang digunakan mengangkut penumpang, Sabtu (8/6/2019). 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG- Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie menyampaikan ucapan bela sungkawa kepada korban tenggelamnya sampan yang mengangkut rombongan pengunjung ke Pulau Lengkuas.

Namun, menurutnya rombongan yang menjadi korban tersebut berangkat dari dermaga nelayan Desa Tanjung Binga bukan dermaga Tanjung Kelayang sebagai pusat kapal wisata.

Sehingga kapal yang digunakan juga tidak terdaftar sebagai anggota paguyuban perahu atau kapa wisata setempat.

"Pemkab Belitung menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya bapak Rozali dn untuk korban lain yang masih dalam perawatan.

Dalam kesempatan ini perlu diketahui bahwa keseluruhan penumpang tersebut berangkat dari Tanjung Binga bukan Tanjung Kelayang, karena itu tidak memenuhi standar pelayanan dan keselamatan," ujar Isyak dalam keterangan pers Pemkab Belitung, Sabtu (8/6/2019).

Ia juga menyampaikan bahwa otoritas kewenangan di laut kini bukan menjadi kewenangan pemerintah Kabupaten Belitung tapi Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel.

Selain itu, untuk ijin berlayar diterbitkan oleh KSOP dan saat ini terus dilakukan pendataan serta penerbitan perijinan tersebut.

"Pemkab Belitung telah melakukan rapat koordinasi beberapa kali untuk persiapan pemberlakukan prosedur operasi standar bagi angkutan wisata laut di perairan Belitung.

Dimana salah satunya menertibkan setiap kapal wisata yang tidak berijin dan memastikan semua standari terpenuhi, khususnya standar keselamatan dan pelayanan yang baik dan benar," katanya.

Isyak menambahkan Pemkab Belitung hanya bisa mengatur daru sisi darat sebelum‎ penumpang naik ke perahu.

Menurutnya, pemda sudah menyiapkan satu loket tiket untuk semua penumpang yang akan diresmikan pemberlakukannya pada awal September 2019 mendatang.

ha ini sebagai upaya untuk menjaga kepastian harga sewa perahu yang telag teregister dan diverifikasi pemenuhan standar keselamatan dan peayanannya.

Selain itu, perahu yang disediakan tentunya yang sudah memiliki nahkoda berijin, memiliki pass kecil, dilengkapi kotak P3K serta live jacket.

"Dalam tahun ini Pemkab juga akan menempatkan kapa puskesmas air atau ambulan terapung di tempat wita. Ambulan darat juga sediakan di pinggir pantai bersama pos terpadu lainnya," ungkap Isyak.

Penulis: Dede Suhendar
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved