Kipas Angin atau AC untuk Bayi, Ini Aturannya Agar Lebih Aman

Bukan hanya itu, keringat yang mengucur juga bisa memicu munculnya ruam akibat biang keringat.

Kipas Angin atau AC untuk Bayi, Ini Aturannya Agar Lebih Aman
javi_indy
Ilustrasi bayi tidur 

Kendati begitu, ibu juga harus sering-sering mengecek suhu tubuh si kecil di bagian kaki, tangan, dan lehernya untuk memastikan apakah temperatur AC sudah cukup pas untuknya.

Jika ternyata suhunya terlalu rendah, si Kecil bisa saja kedinginan bahkan terkena hipotermia.

Saat menidurkan bayi di ruangan ber-AC, ibu juga harus memperhatikan posisi.

Jangan pernah menempatkannya di tempat yang langsung terkena tiupan AC, karena akan membuatnya tidak nyaman dan kedinginan.

Aturan menggunakan kipas angin untuk bayi

Dilansir dari Todaysparent.com, kipas angin sebetulnya bagus untuk memastikan sirkulasi udara di kamar si kecil tetap baik.

Kipas angin juga bisa memberikan efek dingin dari kipasan angin yang dihasilkan. Namun, satu hal yang perlu diingat, jangan mengarahkan kipas angin langsung ke tubuh bayi.

Nah, karena efek dingin kipas angin tidak menyeluruh seperti AC, ibu juga harus memperhatikan pakaian yang dikenakan bayi saat tidur.

Untuk kondisi cuaca yang panas, alih-alih memakaikan piyama, ibu bisa memakaikan kaus dalam dan diaper. Ibu juga bisa memakaikan si kecil kaus tanpa lengan dengan celana pendek.

Mengeluarkan keringat berlebih karena pakaian yang tertutup.

Pemilihan bahan pakaian juga menjadi sangat penting untuk kenyamanan. Pilih bahan yang tipis, ringan, dan mampu menyerap keringat. Artikel ini merupakan kerja sama Kompas.com dan Orami.co.id (Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kipas Angin atau AC untuk Bayi, Mana yang Lebih Aman?",

Editor: kamri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved