Berita Belitung

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Hentikan Bantuan Bibit Sawit untuk Petani, Ini Alasannya

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Destika Elenly mengatakan tidak ada lagi bantuan untuk bibit sawit.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Hentikan Bantuan Bibit Sawit untuk Petani, Ini Alasannya
Dokumen Pos Belitung
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung, Destika Efenly, saat di ruang kerjanya, Rabu (12/06/2019) 

POSBELITUNG.CO  - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung menghentikan bantuan untuk bibit sawit kepada kelompok tani. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Destika Elenly mengatakan tidak ada lagi bantuan untuk bibit sawit.

Destika menjelaskan kalau bantuan bibit sawit itu tidak wajar karena bibit sawit memerlukan biaya yang sangat besar untuk perawatan sampai menunggukan hasil, jadi bibit sawit kami setop untuk bantuannya.

"Logikanya begini sawit itu memerlukan modal yang besar, yang kami bantu ini petani yang menengah ke bawah, sedangkan menengah ke atas tidak kami bantu‎," kata Destika Elenly pada posbelitung.co, saat di ruang kerjanya, Rabu(12/06/2019).

Saat ini yang dibantu oleh Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian, dalam bidang pertanian seperti Lada, karet dan benih padi‎ termasuk juga sarana produksi lainnya.

Sedangkan untuk mendapatkan bantuan bibit tersebut masyarakat harus masuk dalam anggota kelompok tani yang sudah terbentuk dan harus mengikuti mekanisme perencanaan dari Musyawara Perencanaan Pembangunan (Musrembang) terdiri dari MusrembangDes Kecamatan, Kabupaten.

"Tidak bisa asal-asalan mengajukan untuk bantuan bibit. Kami juga memperhatikan unsur perencanaan, melihat proposal mereka, serta melakukan surve ke lapangan dan juga kami tidak asal kasih harus mengikuti prosedur yang ada," katanya

‎Destika menjelaskan, untuk kelompok tani terdiri dari 15 sampai 25 orang per kelompok, bantu ini sesuai dengan kebutuhan mereka (petani), ia memisalkan kalau lahan mereka hanya satu hektar dan mereka minta bibit lada sampai 5.000 bibit, itu tidak sesuai dengan kebutuhan. 

"Yang seperti itu, tidak kami bantu, kalau sesuai kami akan bantu. Pokoknya sesuai dengan kebutuhan,"katanya

Destika menambahkan bantuan alat penggilingan padi, sudah ada bantuan untuk alat tersebut. Untuk biaya penggilingan padi mereka tetap harus bayar oprasional serta perawatan alat itu sendiri.

"Uang itu untuk biaya perawatan dan pembelian bahan bakar oprasional penggiling padi," tuturnya

Sedangkan alat penggilingan padi, sudah dihibakan ke kelompok alat dan mesin pertanian (alsintan), untuk di kelolahkan dengan baik, sehingga bukan milik Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian lagi. Pembagian alat tersebut, di tiap daerah yang memiliki persawahan sudah ada alat tersebut.

"Itu tidak perdesa disesuaikan saja. Kalau ada lokasi sawa baru kami bantu, kalau lokasi sawanya cuma lima hektar masak kita bantu itu kan kurang efektif," pubgkasnya.

(Pos Belitung/Yuranda)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved