Berita Belitung

Soal Suara Dentuman dan Getaran Misterius Kemarin Malam, Bupati Belitung: Saya Tidak Dengar

Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) tak mendengar suara dentuman dan merasakan getaran yang menghebohkan masyarakat di Tanjungpandan kemarin malam

Soal Suara Dentuman dan Getaran Misterius Kemarin Malam, Bupati Belitung: Saya Tidak Dengar
Dokumen Pos Belitung
Bupati Belitung Sahani Saleh 

POSBELITUNG.CO - Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) tak mendengar suara dentuman dan merasakan getaran yang menghebohkan masyarakat di Tanjungpandan, Kabupaten Belitung kemarin Selasa (11/6/2019) pukul 19.30 WIB tadi malam.

Saat ini Sanem sedang berada di dalam rumah dinas Bupati Belitung yang beralamat di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Lesung Batang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

"Tidak ada saya dengar suara itu. Saya tidak dengar apa-apa semalam, memang ada ya suara itu. Sampai heboh begini, saya tidak dengar malah suara atau getaran itu," kata Sanem kepada posbelitung.co, Rabu (12/6/2019).

Peristiwa ini hanya terjadi sekitar beberapa detik saja, dan membuat sebagian warga di Tanjungpandan dengan suara dan getaran yang masih misterius tersebut.

Suara dan getar itu terasa di Desa Air Ketekok, Desa Air Merbau, Desa Pelempang Jaya, Kelurahan Lesung Batang, Kelurahan Pangkallalang dan sebagian Desa/Kelurahan di Kecamatan Tanjungpandan.

Suara dan getaran itu, diprediksi merupakan sumber lain alias bukan potensi gempa. Peralatan di Kantor Stasiun Meterologi Kelas III HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan, Belitung tidak menangkap suara dan getaran misterius tersebut. 

"Tapi dari alat kami tidak ada medeteksi itu, atau potensi dari suara maupun getaran itu dari peralatan kami tidak ada. Itu kemungkinan dari sumber lain," kata Kepala Kantor Stasiun Meterologi Kelas III HAS Hanandjoeddin HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan Charles Siregar.

Dikatakan Charles bisa saja suara dan getaran yang membuat masyarakat heboh itu karena ada reruntuhan tambang yang tidak diketahui oleh masyarakat. Namun itu harus lebih diperjelas terlebih dahulu dan tidak bisa hanya sekedar prediksi.

"Bisa juga karena runtuhan, misalkan tambah apa yang tidak diketahui, tapi harus diperjelas dulu bagaimana. Cuma dari pergeseran tektonik tidak ada, karena tidak ada deteksi dari alat ini," ujarnya.

Menurut Charles, apabila terdeteksi potensi gempa atau dari sumber lempengan, pihaknya tetap mengeluarkan rilis resmi untuk diketahui oleh masyarakat. Rilis resmi tersebut pula, dikeluarkan pula oleh Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat.

"Karena peralatan itu update ke pusat juga, tapi ini tidak ada kami cek diperalatan kami. Sumber lain mungkin, tapi nanti kalau ada perkembangan kami informasikan lebih lanjut," pungkasnya.

(Pos Belitung/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved