Ini 5 Fakta Seputar Cabai, Bukan Tanaman Asli Indonesia hingga Awalnya Bernama Cabya

Meski ada banyak bahan lain penghasil rasa pedas, di Indonesia, cabai agaknya telah menjadi primadona.

Ini 5 Fakta Seputar Cabai, Bukan Tanaman Asli Indonesia hingga Awalnya Bernama Cabya
Pos Belitung/Dede Suhendar
Cabai rawit hasil panen petani Belitung 

Atas dasar perubahan selera inilah cabai lantas naik statusnya menjadi bahan pemedas primadona baru di nusantara.

Hal unik lainnya adalah kata "lada", yang notabene nama bahan pemedas, oleh orang Sunda justru dipakai untuk menyifati sensasi rasa pedas ketika menikmati baik cabai maupun makanan/sambal dari hasil olahan cabai.

Semisal ungkapan Sunda "lada pisan", yang artinya pedas sekali.

4. Penghasil rasa pedas terpopuler

Meski banyak rempah penghasil rasa pedas, kini cabai tetap menempati urutan pertama di Indonesia.

Hal ini menyiratkan secara kolektif masyarakat Indonesia telah menjaga dengan baik warisan leluhur dalam memuliakan cabai sebagai bahan pokok pecitarasa pedas sekaligus penggugah selera makan.

Popularitas cabai terbukti dari bermunculannya berbagai aneka sambal di berbagai daerah di Indonesia dari masa ke masa.

Sebut saja dabu-dabu dari Manado, sambal oncom dari Jawa Barat, sambal kencur dari Purwokerto, sambal kluwak dari Jawa Timur, sambal matah dari Bali, dan sambal lado dari Sumatra Barat, dan masih banyak lagi.

5. Cabai termasuk tanaman obat

Selain membuat makan menjadi berselera, di balik sensasi pedasnya, cabai juga masuk ke dalam jenis tanaman obat.

Halaman
1234
Editor: tidakada011
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved