Ini 5 Fakta Seputar Cabai, Bukan Tanaman Asli Indonesia hingga Awalnya Bernama Cabya

Meski ada banyak bahan lain penghasil rasa pedas, di Indonesia, cabai agaknya telah menjadi primadona.

Ini 5 Fakta Seputar Cabai, Bukan Tanaman Asli Indonesia hingga Awalnya Bernama Cabya
Pos Belitung/Dede Suhendar
Cabai rawit hasil panen petani Belitung 

Dalam buku masak berjudul Indisch kookboek (buku masak Hindia) terbitan 1872 susunan Geertruida Gerardina Gallas Haak-Bastiaanse, disebutkan perihal khasiat medis cabai: "Versche spaansche peper is te prefereeren, doch uit de apotheek neme men die, waarvan de steelen nog groen zijn" (ragam cabai disukai, bahkan salah satunya dapat dijadikan obat, terutama yang berbatang masih hijau).

Nyatanya memang, dalam seri buku Plant Resources of Southeast Asia No. 12: Medicinal and Poisonous Plants 1 (1999) diterangkan bahwa dalam dunia medis ada capsaicin, bahan ekstraksi cabai yang dipasarkan sebagai analgesic atau obat penahan/pereda/penghilang rasa sakit.

"Dalam ensiklopedia Upaboga di Indonesia (2003), Suryatini N Ganie menjelaskan perihal khasiat cabai yang diyakini dapat meredakan gangguan paru-paru, mengeluarkan dahak, mencegah timbulnya bronkhitis, batuk, mencegah penggumpalan darah, menghilangkan rasa nyeri dan menambah gairah hidup," papar Fadly.  (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : 5 Fakta Seputar Cabai yang Perlu Kamu Tahu

Editor: tidakada011
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved