Berita Belitung

Kini Masih Sepi, Ramadan Food Street akan Terus Dibuka Lalu Ganti Nama Jadi Belitong Food Street

Ramadan Food Street yang berada di Jalan Kemuning, Tanjungpandan rencananya akan terus dibuka meski berganti nama menjadi Belitong Food Street

Kini Masih Sepi, Ramadan Food Street akan Terus Dibuka Lalu Ganti Nama Jadi Belitong Food Street
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Tenda milik UMKM Pempek dan Burger Adel mulai menggelar dagangan Kamis (13/6/2019) meski masih banyak UMKM yang belum efektif berjualan di food street yang ada di Jalan Kemuning, Tanjungpandan. 

POSBELITUNG.CO - Usai libur Idulfitri, Ramadan Food Street yang berada di Jalan Kemuning, Tanjungpandan rencananya akan terus dibuka meski berganti nama menjadi Belitong Food Street.

Berdasarkan pantauan posbelitung.co, Kamis (13/6/2019) sekitar pukul 16.30 WIB di lokasi tersebut baru ada beberapa usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang sudah berjualan di tenda yang disediakan.

Dari sekitar 30 pelaku usaha yang mengikuti food street, ada delapan tenda yang berjualan satu di antaranya UMKM Pempek dan Burger Adel.Adel. Pemilik UMKM tersebut mengatakan ia sudah mulai aktif berjualan mulai hari ini. Sempat libur beberapa hari saat lebaran kini ia kembali berjualan.

"Malam takbiran masih disini, sekitar delapan hari liburnya," katanya.

Selama Ramadan lalu memang ramai didatangi pembeli. Paling ramai memang terutama menjelang berbuka yakni sekitar pukul 17.00 WIB, sehingga dalam sehari ia pun bisa menjual sekitar 30 burger.

Sementara itu, Suci penjual kuliner olahan menggale masih belum berjualan. Saat dihubungi posbelitung.co, ia rencananya akan kembali efektif pada Senin (15/6/2019) mendatang.

"Rencananya pekan depan. Tapi memang ada kawan-kawan yang sudah jualan dan katanya mulai ada ramai, saya nanti Senin saja," katanya.

Ia menjelaskan setelah melihat hasil jualan selama Ramadan, produk yang dijualnya memang mendapat respon yang cukup baik. Pembeli pun bukan hanya dari masyarakat lokal tapi juga wisatawan yang menginap di hotel.

Secara omzet pun menurutnya lumayan meski memang tidak terlalu besar karena ia pun memang berjualan tak terlalu banyak. Dalam sehari ia bisa membuat 3-5 kilogram pengat menggale yang dijual menjadi puluhan kemasan pengat.

Saat puasa, kata Suci penjualan memang dirasa belum optimal. Setelah ini ia pun berencana menambah variasi jualan sehingga bisa mengefektifkan waktu jualan agar sesuai waktu yang ditentukan.

"Karena lebih malam tutupnya dan tidak boleh tutup sebelum itu karena akan mempengaruhi penjualan yang lain. Kalau banyak yang tutup kan orang enggan mampir. Makanya nanti akan menambah jualan lain, rencana saat ini mau jual sate," tambahnya.

(Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved