Berita Belitung

Rute Penerbangan TJQ - KUL Belum Ada Kejelasan, Gunakan Penerbangan Air Asia

Air Asia semula telah merencanakan membuka rute penerbangan Internasional, Kuala Lumpur (KUL) - Tanjungpandan (TJQ).

Rute Penerbangan TJQ - KUL Belum Ada Kejelasan, Gunakan Penerbangan Air Asia
Dokumen Pos Belitung
Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem), Selasa (19/2) menerima cindera mata berupa replika pesawat Air Asia. 

POSBELITUNG.CO - Air Asia semula telah merencanakan membuka rute penerbangan Internasional, Kuala Lumpur (KUL) - Tanjungpandan (TJQ). PT Indonesia Air Asia itu, sebelumnya sudah menargetkan semester pertama tahun 2019 ini, alias paling lama di awal bulan Juni 2019.

Namun hingga, sabtu (15/6/2019) ini belum ada kejelasan terkait penerbangan yang rencana disambungkan kembali ke penerbangan ke Bandara Soekarno Hatta (CGK). Padahal Pemerintah Kabupaten Belitung sudah bertemu langsung untuk membahas rute penerbangan tersebut.

Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) mengaku, belum mendapatkan kabar dari manajemen maskapai ini, terkait dengan rute penerbangan Internasional tersebut. Info terakhir yang diterima Sanem, lantaran izin terbang Air Asia belum keluar dari Kementerian Perhubungan.

"Itu surat izin terbangnya belum keluar dari Kementerian, kalau dari Bandara sini (TJQ) tidak ada permasalahan lagi sebetulnya, tinggal surat itu saja lah. Regulasi seperti ini lah terkadang menjadi penghambat," ungkap Sanem kepada posbelitung.co, sabtu (15/6/2019).

Untuk mendorong agar penerbangan itu capat terealisasi, kata Sanem, pihaknya sudah lebih dari melakukan komunikasi kepada pemerintah pusat. Baik secara administrasi penyampaian ke PT Indonesia Air Asia maupun ke Kementerian Perhubungan.

"Kami sudah memberikan rekomendasi, memberikan dukungan secara surat menyurat, dan secara persuasif. Tapi sampai sekarang belum ada kabar dari Air Asia maupun Kementerian soal penerbangan itu," ujarnya.

Namun, lanjut Sanem, pihaknya tidak bisa ngotot lantaran itu merupakan sebuah kewenangan dan kebijakan dari Kementerian Perhubungan. Sehingga Pemda Belitung sekarang ini hanya bisa menunggu.

"Tapi bukan hanya sekeder menunggu saja, tapi sambil berusaha juga secara persuasif, terutama untuk mensupport Air Asia. Terutama untuk mendapatkan izin penerbangan. Susahnya regulasi sekarang seperti itu," ucapnya.

Apabila ingin memaksakan penerbangan itu, menurut Sanem, sangat tidak mungkin.

"Seharusnya memang Air Asia itu sudah berjalan, tapi kami tidak tau apa alasan mereka. Tidak pernah membalas surat kami, memberikan kabar juga tidak ada, jadi susah juga," bebernya.

(Pos Belitung/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved