Petani Ini Tanam Ganja untuk Obati Diabetes, Benarkah Bisa Untuk Kesehatan Ini Penjelasannya

Petani itu berinisial NG (53), warga Desa Semangat, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Petani Ini Tanam Ganja untuk Obati Diabetes, Benarkah Bisa Untuk Kesehatan Ini Penjelasannya
KOMPAS.COM/HENDRI SETIAWAN
Pengambilan barang bukti ganja yang ditanam NG (53) di ladang miliknya di Desa Semangat, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Sabtu (15/6/2019). 

"Penangkapan ini berawal dari tertangkapnya AS yang memiliki ganja. Kita lihat ganjanya masih dalam kondisi basah, lalu kita melakukan pengembangan, dan kita tangkap NG. Dia mengaku menanamnya sendiri di ladang miliknya", ujar Sopar.

Ia menjelaskan, dua batang ganja yang diamankan berumur sekitar tujuh bulan.

"Menurut keterangan tersangka, dia telah menjual ganja ini ke teman seprofesinya dengan harga 50 hingga 100 ribu per paketnya", jelasnya.

Benarkah ganja bermanfaat untuk kesehatan?

Dikutip dari artikel lainnya di Kompas.com, banyak penelitian yang membuktikan bahwa marijuana alias ganja memiliki kegunaan medis yang menguntungkan.

Namun di sisi lain, ganja bisa menjadi sangat adiktif dan mempengaruhi otak. Ganja disebut bisa mengubah otak sehingga perilaku penggunanya pun berubah.

Ganja atau cannabis sativa adalah tumbuhan penghasil serat, namun lebih dikenal sebagai obat psikotropika, karena adanya kandungan zat tetrahidrokanabinol (THC).

THC dapat membuat pemakainya mengalami euforia berupa rasa senang yang berkepanjangan, tanpa sebab.

Lalu, apa saja efek buruk ganja? Adakah manfaat ganja? Seberapa jauh penggunaan ganja akan memengaruhi kondisi kesehatan?

Simak dan ikutilah fakta-fakta tentang ganja seperti yang ditulis Kompas.com mengutip laman 360nobs.com.

Halaman
1234
Editor: zulkodri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved