Wawancara Khusus Mahrobi Hidayat Terkait Ganasnya Buaya di Belitung hingga Tips Hindari Cengkeraman

Kurun waktu 2019, di wilayah Kabupaten Belitung Timur terjadi beberapa kali peristiwa buaya menyerang manusia hingga yang merenggut korban jiwa.

Wawancara Khusus Mahrobi Hidayat Terkait Ganasnya Buaya di Belitung hingga Tips Hindari Cengkeraman
POSBELITUNG/SUHARLI
Mahroni Hidayat Ketua Koordinator Tagana Belitung Timur, Rabu (19/6/2019) 

POSBELITUNG.CO - Kurun waktu 2019, di wilayah Kabupaten Belitung Timur terjadi beberapa kali peristiwa buaya menyerang manusia hingga yang merenggut korban jiwa.

Belum lagi keberadaan reptil predator di area irigasi Danau Nujau juga dan membuat warga waswas.

Ketika ada kejadian, pihak pertama yang pasti dihubungi adalah Tagana. Selanjutnya bersama instansi terkait dan masyarakat melakukan pencarian.

Seperti apa tugas dan tanggung jawab ini ditunaikan hingga menyikapi perihal buaya mengamuk ini, berikut petikan wawancara wartawan Pos Belitung, Suharli dengan Kepala Koordinator Tagana Kabupaten Belitung Timur, Mahrobi Hidayat.

T: Pada 2019 ini, berapa kali kejadian buaya menyerang manusia?

J: Ada delapan peristiwa orang diserang buaya baik orang dewasa maupun anak-anak.

T: Dari data yang tercatat di Tagana, berapa total korban lalu lokasi mana yang paling sering?

J: korban delapan, pertama di batu air luka selamat, kedua di atas bendungan pice sungai (lenggang) luka selamat, ketiga di bawah bendungan pice (sungai lenggang) luka selamat, keempat di Lintang (sungai lenggang) seorang ibu luka selamat, kelima di Area Danau Nujau anak kecil meninggal dunia, keenam di manggar luka selamat, tujuh ke Bentaian luka selamat, dan ke delapan di aliean sungai Lenggang,Desa selinsing meninggal Dunia. Paling sering Sungai Lenggang empat kali serangan buaya.

T: Apa saja faktor yang membuat buaya mengamuk menyasar manusia?

J: Menurut kami ya, pertama habitat semakin sempit, kemudian air yang saat ini sudah keruh dan sumber makanan untuk mereka sedikit, mungkin itu penyebab buaya-buaya lebih ganas, karena sebelumnya dibawah tahun 2014 jarang terdengar serangan buaya karena air masih jernih dan sumber makanan mereka masih banyak, jumlah populasi juga belum banyak, saat ini kan populasi mereka tambah banyak.

Halaman
123
Penulis: Suharli
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved