Pemerintah Ambil Alih Lahan MIlik Capres 02 Prabowo Subianto, Ternyata Penyebab Ambil Alih Lahan

Penyebab pemerintah ambil alih lahan Capres RI nomor urut 02 Prabowo Subianto di Aceh Tengah, Provinsi Aceh.

Pemerintah Ambil Alih Lahan MIlik Capres 02 Prabowo Subianto, Ternyata Penyebab Ambil Alih Lahan
Tribunnews/Jeprima
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat memberikan pernyataan politik didepan masa pendukungnya pada acara mengungkap fakta - fakta kecurangan Pilpres 2019 yang diselenggarakan oleh BPN di Hotel Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019). Pada pernyataan tersebut Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan akan menolak hasil penghitungan suara Pemilu 2019 yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

Pemerintah Ambil Alih Lahan MIlik Capres 02 Prabowo Subianto, Ternyata Penyebab Ambil Alih Lahan

POSBELITUNG.CO - Penyebab pemerintah ambil alih lahan Capres RI nomor urut 02 Prabowo Subianto di Aceh Tengah, Provinsi Aceh.

Lahan tersebut dikelola perusahaan milik mantan menantu Presiden RI, Soeharto itu.

Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar mengatakan, pihaknya akan memenuhi janji kampanye, yakni pemberian 2 hektar lahan per kepala keluarga baru.

Saat ini, pihaknya baru menentukan lokasi serta menjaring calon petani yang berhak mendapatkan lahan tersebut.

"Saat ini baru tingkat penentuan lokasi dan penjaringan calon petani. Sebetulnya 2019 sudah action, tetapi karena keterlambatan dari Dinas Pertanian dalam menentukan lahan di sejumlah titik," kata Shabela Abubakar kepada Kompas.com ditemui di Pendopo Bupati, Takengon, Aceh Tengah, Aceh, Senin (17/6/2019).

Lowongan Kerja - KPPU Cari Pegawai Baru di 6 Kota Besar, Baca Persyaratannya di Sini

Pasutri Pertontonkan Adegan Ranjang ke Anak Modal Rp 5 Ribu, Inilah 12 Faktanya

Pernyataan Shabela Abubakar tersebut untuk menjawab kritikan sejumlah kalangan terkait belum direalisaiskannya janji 2 hektar lahan per kepala keluarga baru, padahal Shabela Abubakar bersama wakilnya, Firdaus sudah memimpin Aceh Tengah selama 1,5 tahun.

"Ini yang belum ada kejelasan saat itu, selanjutnya 2018 akhir kita sudah mendapatkan laporan, di mana peta lahan dan calon petani. Karena ini terlambat, saya bentuk tim. Nah, sekarang sudah ada yang mendaftar di Dinas Pertanian," kata Shabela Abubakar.

Ia menginformasikan, pendaftaran calon penerima manfaat untuk program itu bukan tidak hanya melalui Dinas Pertanian Aceh Tengah, tetapi juga bisa lewat kecamatan.

Para calon petani yang berhak mendapa 2 hektar lahan itu diutamakan untuk keluarga baru yang saat ini tinggal bersama orangtua dan memiliki lahan pertanian terbatas.

Halaman
123
Editor: Evan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved